DEMISIONER KETUA UMUM PERADAH INDONESIA, KOMPAK MENGECAM PERNYATAAN DAYU GAYATRI YANG MENYEBUT PERADAH TERAFILIASI DENGAN ORGANISASI TERORIS

Jakarta, Setelah dirilisnya pernyataan resmi dari Dewan Pimpinan Nasional Peradah Indonesia yang membantah dengan tegas terkait pernyataan dari Dayu Gayatri yang menyebutkan bahwa Peradah Indonesia Bersama beberapa ormas Hindu Nasional lainnya telah terafiliasi dengan organisasi teroris sayap kanan yang ada di India. Kali ini giliran para Demisioner Ketua Umum Peradah Indonesia yang memberikan statmen mereka.

 

Sures Kumar, memberikan komentarnya secara tegas, “Sebagai Ketum DPN PERADAH Indonesia tahun 2015 s/d 2018, saya sangat sangat sedih dan prihatin, seorang dengan Gelar Doktor, seorang Dosen, Akademisi, dan Aktivis,bisa dengan dangkal nya menyampaikan ke Publik kalau KMHDI dan PERADAH berafiliasi dengan Organisasi Teroris, ini bentuk fitnah serius, dan tdk boleh di biarkan, Yg bersangkutan harus bertanggung jawab baik secara moral etika, maupun secara Hukum, saya sarankan agar PERADAH menyelesaikan hal ini secara hukum, jgn emosi atas fitnah keji ini” ujarnya

 

Tak jauh berbeda, Ngurah Wirawan yang merupakan ketua umum Peradah Indonesia periode 1997 – 2003 menganggap pernyataan tersebut kurang bijak diucapkan “Sejarah berdiri, berkembang, berjuang dan pengabdian PHDI, PERADAH dan KMHDI bagi umat Hindu dan bangsa Indonesia rasanya terlalu panjang dan besar untuk bisa direndahkan oleh pemain baru di kancah pergerakan keumatan.. Orang bijak bisa bedakan mana loyang, mana emas. Satyam Eva Jayate ! “

 

Komentar keras juga diucapkan oleh KS Arsana, selaku Ketua Umum Peradah Indonesia periode 2003 – 2006 yang mana dia menyebutkan bahwa Peradah adalah organisasi yang independent, “Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah Indonesia) adalah organisasi independen dan tidak berafiliasi dengan organisasi apapun, baik secara nasional maupun internasional”. Lebih lanjut ia menambahkan  “Siapapun yang menyatakan Peradah Indonesia merupakan afiliasi dari Vishva Hindu Parishad (VHP) dan mengaitkannya dengan organisasi teroris di India adalah orang yang memiliki kesesatan ganda dalam  berpikir. Pertama, Peradah Indonesia tidak pernah berafiliasi dengan VHP. Kedua, VHP adalah organisasi Hindu yang memiliki komitmen tinggi menjaga Hindu dan Dharma, khususnya di India, tidak ada kaitannya dengan terorisme. Hanya mereka yang anti-Hindu yang menyatakan organisasi Hindu sebagai teroris.” Pungkasnya

 

Komang Adi Setiawan Ketua Umum Peradah Indonesia 2009 – 2012 juga memberikan responya, dia menganggap ini hanya upaya mencari sensasi dan popularitas diri, “Tuduhan Made Gayatri bahwa Peradah berafiliasi dengan organisasi teroris hanyalah upaya mencari sensasi dan  popularitas diri.  Saya mendukung langkah  yang dilakukan oleh Ketua Umum Peradah untuk melayangkan somasi kepada Made Gayatri” ujarnya

 

Hingga malam hari ini, Peradah Indonesia masih menunggu permohonan maaf serta klarifikasi dari Dayu Gayatri terkait tuduhan yang dilontarkan. Seperti yang diucapkan oleh Ketua Umum Peradah Indonesia I Gede Ariawan, apabila sampai batas waktu 2 x 24 jam belum ada itikad baik, maka Peradah Indonesia sudah menyiapkan Langkah yang lebih tegas. “kami masih menunggu itikad baik dari beliau untuk meminta maaf, namun apabila sampai batas waktu yang kami berikan belum juga ada itikad baik tersebut, kami sudah siapkan langkah yang lebih tegas karena ini sudah mencoreng nama baik organisasi”. tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.