PERADAH DESA DAN DUSUN MULAI BERSEMI KEMBALI DI KABUPATEN MALANG, INI PERAN DPK PERADAH MALANG

Malang – Setelah disahkannya peradah yang awalnya hanya sampai di tingkat Desa kali ini sudah sampai tingkat Dusun, tentunya ini merupakan angin segar bagi DPPK Peradah Malang yang notabennya sudah sejak lama bahwa banyak Peradah yang sudah aktif dan ada kepengurusannya sampai di tingkat dusun di wilayah Dewan Pimpinan Kabupaten Malang ini (25/4/22).

Gerilya di awali di Kecamatan Wagir yang di mandegani oleh Wakil Ketua Dedi Kusuma yang juga kebetulan berkedudukan di wilayah tersebut dengan memompah lagi semangat Peradah wilayah lagi. Diawali dengan pelaksanaan Sabha Komcat Wagir yang di laksanakan di Pura Mustika Dharma Desa Gondowangi Kec.Wagir Kab.Malang kemudian dilanjutkan ke Desa dan Dusun setempat seperti Dusun Jamuran, Desa Mendalanwangi  dan segera menyusul  desa dan dusun lainnya.

“Ini merupakan salah satu program yang sudah mulai kita kembangkan di kecamatan-kecamatan  yaitu pengkaderan organisasi , sehingga nantinya ketika kita sudah purna di DKP Peradah Malang sudah tidak kekurangan kader baru dan siap menggantikan”. Ucap Wicaksono,S.Pd Ketua DPK Peradah Malang.

Semua wilayah kususnya di Kabupaten Malang kita beri kelonggaran untuk berkreatifitas dalam menjalankan organisasinya baik di wilayah kecamatan ,desa dan dusun. Tentunya sinergi selalu tanamkan dalam setiap pengambilan langkah kepada PHDI, WHDI maupun lembaga-lembaga keagamaan Hindu lainnya. Meskipun demikian pekerjaan rumah DPK Peradah Malang sendiri masih belum terselesaikan mengingat di beberapa wilayah kecamatan lain juga belum terlaksana Sabha. Sejauh ini masih ada 3 Komcat di wilayah DPK Peradah Malang yaitu Komcat Kasembon yang baru saja melaksanakan Sabha bulan April ini, Komcat Amplegading serta Komcat Wagir, untuk selanjutnya kita akan berupaya membentuk Komcat di kecamatan –kecamatan lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.