JELANG NYEPI, PERADAH DKI JAKARTA LAKSANAKAN NGAYAH DAN DHARMA TULA

Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (DPP Peradah Indonesia) DKI Jakarta menyambut hari suci Nyepi tahun baru Saka 1944 dengan melaksanakan ngayah sekaligus menyelenggarakan Dharma Tula secara terbatas yang bertemakan Sharing Session “Memaknai Nyepi di Masa Pandemi” di Peradah Corner Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur (27/02).

Dharma Tula Peradah DKI Jakarta ini turut menghadirkan beberapa narasumber dari tokoh muda Hindu antara lain: Gusti Ngurah Panji (Wakil Ketua Umum DPN Peradah Indonesia), Novri (Demisioner Ketua DPP Peradah DKI Jakarta 2018-2021), dan Elin Benyamin (Wakabid Keagamaan dan Sosial Kemasyarakatan DPP Peradah DKI Jakarta) dengan dimoderatori oleh Dewa Gede Brahmanca (mahasiswa komunikasi STAHDN Jakarta).

Kegiatan ini sengaja dilaksanakan sebagai bagian dari agenda ngayah (kerja bakti) untuk persiapan tawur agung yang merupakan rangkaian dari pelaksanaan catur brata penyepian dan dilaksanankan dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Mengingat banyaknya pengurus yang merupakan perantau, kegiatan ini menjadi momen bagi kami untuk menyambut Nyepi meski akan terasa berbeda karena masih dalam situasi pandemi namun tidak mengurangi niat kami semua untuk tetap ngayah dan bersimakrama meskipun masih terbatas”, ujar Bryan Pasek Mahararta, Ketua DPP Peradah DKI Jakarta.

Saat ini, penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta masih menjadi kegelisahan dan kekhawatiran banyak kalangan. Meski pemerintah sudah mengambil berbagai langkah strategis, tapi peran kaum muda untuk aktif memastikan advokasi kesehatan masyarakat sangatlah penting.

Gusti Ngurah Panji sebagai tokoh muda hindu dan perantau dari Sulawesi Selatan mengingatkan ada banyak kegiatan produktif lainnya yang bisa dilakukan meski hanya dari rumah. Awal pandemi tahun 2020 misalnya, masyarakat dibatasi dalam beraktivitas dengan mulai diterapkan PSBB dan PPKM yang secara tidak langsung masyarakat mulai beralih ke arah aktivitas digital.

Dalam Kitab Bhagavad Gita III:5 disebutkan, ‚ÄúTidak ada seorang pun yang dapat hidup bahkan dalam sekejap tanpa melakukan tindakan; setiap orang tidak dapat menahan dorongan alam untuk bertindak”.

“Artinya apa? Dengan adanya himbauan dari Pemerintah bukan berarti kita harus berdiam diri tanpa melakukan apapun seperti bekerja dan beribadah dari rumah bisa kita lihat bahwa tidak ada seorang yang hidup hanya dengan berdiam diri. Apalagi untuk para pemuda, bukan berarti kita hanya duduk santai. Kita harus berpikir apa yang bisa dilakukan, kontribusi apa yang bisa diberikan selama masa pandemi ini”, ujar pria yang akrab disapa Gus Panji ini.

Menurutnya, menghadapi era revolusi industri 4.0. ini banyak hal yang perlu memanfaatkan teknologi yang ada. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi para pemuda untuk berada pada garda terdepan dalam menyikapi revolusi industri 4.0 melalui kreatifitas serta kontribusi dalam sektor pendidikan dan sosial yang menjadi sangat krusial.

“Dimasa pandemi seperti sekarang ini, dalam melaksanakan rangkaian hari raya Nyepi sudah tidak seperti biasanya, terutama dalam hal pengerahan massa. Biasanya, disaat Melasti dan Tawur Agung umat berbondong-bondong mengikuti prosesi pesembahyangan apalagi jika dibarengi dengan pawai ogoh-ogoh akan menambah semarak suasana. Namun hal itu tidak berlaku untuk situasi saat ini”, sambungnya.

Gus Panji, yang merupakan kader aktif Peradah dan sudah malang melintang mengisi forum kepemudaan secara nasional ini menyebutkan jika catur brata Nyepi dilakukan dengan tepat justru hal itu bisa mengurangi penyebaran covid-19 karena pembatasan segala aktivitas seperti memasak, bekerja, mencari hiburan, semua kebisingan itu akan mandeg untuk sementara waktu yang secara lahiriah akan membawa dampak yang baik terutama mengenai perubahan iklim yang perlu menjadi perhatian warga dunia.

Ia berpesan, sebagai generasi muda tetap harus produktif dalam situasi apapun namun tetap ikuti himbauan Pemerintah. “Dalam hal ini, Pemerintah sebagai Guru Wisesa yang dalam ajaran Agama Hindu akan mengajarkan kita semua untuk selalu mawas diri agar situasi aman dan terhindar dari virus yang sedang mewabah sehingga kita semua selalu sehat dan tetap bisa aktif berkegiatan”, tutupnya.

Narasumber berikutnya, Novri menambahkan bahwa Covid-19 ini mengajarkan pentingnya kesehatan dibanding fokus pada pekerjaan dan kesibukan belaka. Meski masih dalam situasi seperti 2 tahun yang lalu, masyarakat harus tetap sadar diri dan patuh pada himbauan pemerintah. Dalam perayaan Nyepi kali ini tentu akan jadi momen tepat untuk introspeksi diri atau sadar diri dengan jalan keheningan.

“Untuk kegiatan dharma tula ini tentunya saya sangat apresiasi. Meski belum mendapatkan SK dari DPN Peradah Indonesia, namun pengurus yang sekarang sudah begitu masif dan aktif menggelar kegiatan seperti talk show via instagram juga aktif berkomunikasi dengan senior-senior Peradah. Semoga ini semua menjadi awal yang baik dan semoga kader tetap solid bekerjasama membangun organisasi”, ungkap Novri, demisioner Ketua Peradah DKI Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.