MENYAMBUT NEW NORMAL, DPN PERADAH INDONESIA GELAR WEBINAR BERSAMA STAF KHUSUS PRESIDEN

Jakarta – Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan pada pola hidup masyarakat pada setiap aspek. Salah satunya pada aspek kesehatan dan kebersihan, bagaimana masyarakat mampu untuk menjaga dirinya sendiri dan tidak merugikan orang lain.

Transisi pada kebiasaan masyarakat menjadi kebiasaan baru atau biasa disebut new normal menimbulkan berbagai pertanyaan serta bagaimana menyikapinya. Perubahan dunia kerja, perubahan pola hidup serta bagaimana ketika berhadapan dengan orang lain. Banyak hal yang berubah dan tentu saja mempengaruhi mental dan psikologis masyarakat.

Senada dengan hal yang disampaikan oleh ketua umum DPN Peradah Indonesia I Gede Ariawan “Bahwa di masa transisi kenormalan baru ini, kita tidak lagi bisa hidup seperti sebelum adanya pandemi covid-19, artinya kita sudah bisa beraktifitas kembali. Namun dengan beberapa penerapan kebiasaan baru sesuai protokol kesehatan pemerintah. Misalnya sekarang keluar rumah kita harus wajib menjaga jarak dengan orang, menggunakan masker dan selalu membawa handsanitizer”

Berdasarkan hal tersebut, DPN Peradah Indonesia telah melaksanakan webinar dengan tema “ Membangun Karakter Pemuda di Era New Normal” bersama Ayu Kartika Dewi (Staf Khusus Presiden RI dan Co-Founder SabangMerauke). Dan di moderatori oleh AA Ayu Ari Widhyasari (Sekjen DPN Peradah Indonesia). Acara yang berlangsung pada tanggal 20 Juni ini mendapat antusias yang luar biasa dari para peserta.

Ayu Kartika Dewi dalam pemaparannya memberikan beberapa gambaran berupa bagaimana mengelola stres melalui stresmatrix, bagaimana mengelola emosi hingga menjadi tindakan serta memberikan saran bahwa meditasi bisa menjadi sarana dalam mengelolas stres.

Di era new normal ketika semua kebiasaan menjadi berubah, terkadang timbul stres dan permasalahan yang menurut kita sendiri susah untuk dipecahkan. Oleh karenanya kita perlu menuangkan hal tersebut dengan menemukan orang yang tepat (mentor) dan melakukan kegiatan- kegiatan positif.

Mengelola stres bisa dilakukan dengan melatih otak agar dapat memilah mana yang perlu dipikirkan dan tidak.

Jaya peradah!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *