Lembaga Kajian dan Penelitian Peradah atau yang disingkat sebagai LKPP merupakan badan otonom Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia. LKPP didirikan sebagai amanah dari Anggaran Dasar Peradah Indonesia yang ditetapkan dalam Musyawarah Nasional yang dikenal sebagai Mahasabha Peradah Indonesia.

Menyebarkan Nilai Membangun Karakter” merupakan tagline LKPP. Untaian empat kata ini merupakan intisari dari visi dan misi LKPP. Lembaga ini dibangun untuk menggali, menyebarkan dan menjaga nilai nilai kebenaran sejati umat manusia tanpa kenal sekat dan batas. Atas upaya yang tak kenal henti, diharapkan bertumbuh insan insan berkarakter yang menjadi tulang punggung bangsa Indonesia.

Adapun nilai nilai dasar LKPP adalah : Agen Perubahan, Sinergi dan Menghargai Perbedaan. Nilai nilai ini diharapkan akan bisa menjadikan LKPP menjadi dinamisator dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selalu bisa berkontribusi bagi perubahan yang mengarah kepada kemajuan masyarakat dengan selalu mengutamakan sinergi atas prinsip prinsip penghargaan terhadap kebhinekaan.

LKPP berdiri ditengah situasi Indonesia yang sedang  krisis nilai. Yang benar dianggap salah dan yang salah dinyatakan benar. Korupsi merajalela di semua lini. Keadilan susah ditemukan karena penegak keadilan dipertanyakan nilai keadilannya. Bangsa ini sedang sakit keras karena rusaknya nilai.

LKPP akan tidak pernah lelah dan berhenti berkontribusi bagi perjuangan penegakan nilai dan pembangunan karakter. Sekecil apapun buah pemikiran dan aksi yang dilakukan LKPP mudah mudahan bisa membentuk  bangsa Indonesia menjadi insan berkarakter.

Lembaga Kajian dan Penelitian Peradah

Makna Logo LKPP

Logo LKPP merupakan penterjemahan dari nilai nilai yang diusung oleh LKPP yaitu Agen Perubahan, Sinergi dan  Menghargai Perbedaan.

Empat Goresan yang divisualisasikan bergerak tanpa henti secara dinamis dan harmonis merupakan simbol dari perubahan.
Gerakan tersebut terbangun dari sinegi tiap bidang yang mewakili arah mata angin.
Salah satu goresan memiliki warna yang berbeda dari ketiga warna yang lainnya sebagai simbol
dari persatuan dalam perbedaan. Nilai ini sesuai dengan semboyan Peradah yaitu Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa.

Warna dasar logo adalah Merah Putih dan Hitam sebagai perwujudan dari simbol siklus kehidupan yang memiliki siklus tanpa ada henti.

Kajian dan dan survey yang telah dilakukan, antara lain:

1)     Survey persepsi umat Hindu di Indonesia mengenai Parisada, 2011;
2)     Diskusi persepsi umat Hindu tentang Parisada, 2011;
3)     Survey persepsi terhadap geothermal di Bali, 2012;
4)     Diskusi pro-kontra geothermal di Bali, 2012;
5)     Survey persepsi terhadap Pilgub Bali Tahun 2013;
6)     Personel branding politisi Hindu, 2013.
[telah dibaca 1521 kali]