|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
APA AGAMA ANDA?
6 Maret 2009
 Empat tahun lalu, saya terbang dari Bandara JFK NY ke SFO untuk menghadiri pertemuan di Monterey, CA. Seorang gadis Amerika sedang duduk di sebelah kanan, tempat duduk di dekat jendela. Ini sebuah perjalanan panjang - memakan waktu hampir tujuh jam.
Saya terkejut melihat gadis muda membaca Alkitab tidak biasa dari anak muda Amerika. Setelah beberapa waktu dia tersenyum dan kami pun mulai ngobrol. Saya beri tahu dia kalau saya dari India
Kemudian gadis itu tiba-tiba bertanya: "Apakah kepercayaan anda?"
"Apa?" Saya tidak mengerti pertanyaannya.
"Maksud saya, apakah agama anda? Anda Kristen? Atau seorang Muslim? "
"Tidak ada" Aku menjawab, "Aku bukan Kristen ataupun Muslim.
Rupanya ia terkejut mendengar jawabanku itu.
"Lalu siapa Anda? "
"Saya Hindu", jawab saya.
Dia melihat saya dengan aneh, seolah-olah ia melihat hewan dalam kandang. Dia tidak dapat memahami apa yang saya bicarakan.
Umumnya di Eropa atau US tahu tentang agama Kristen dan Islam, karena merupakan agama mayoritas di dunia dewasa ini. Tetapi Hindu, apa?
Saya menjelaskan kepadanya - Aku lahir dari ayah dan ibu Hindu. Oleh karena itu, saya dilahirkan Hindu.
"Siapa nabi Anda?" ia bertanya.
"Kami tidak punya seorang nabi" Aku menjawab.
"Apakah kitab suci Anda?"
"Kami tidak punya satu Kitab Suci khusus, namun kami memiliki ratusan ribu filosofis dan kitab-kitab suci" saya menjawab.
"Oh, ayolah beritahu saya setidaknya siapa Tuhanmu?"
"Apa yang Anda maksud? "
"Seperti halnya kami punya Yesus dan umat Islam punya Allah - tidakkah Anda punya Tuhan?"
Saya berpikir untuk beberapa waktu. Muslim dan Kristen percaya satu Tuhan (Tuhan Laki-laki) yang menciptakan dunia dan berkepentingan dengan manusia yang mendiaminya. Pikirannya terkondisi dengan kepercayaan semacam itu.
Menurut dia (atau siapapun yang tidak tahu tentang Hindu), sebuah agama harus memiliki satu nabi, satu kitab suci dan satu Tuhan. Pikiran sangat dikondisikan dan dibatasi seperti itu, dan selain itu tidak dapat diterima. Saya memahami persepsi dia tentang konsep keyakinan. Anda tidak dapat membandingkan agama Hindu dengan agama terbesar dewasa ini, di mana Anda harus yakin dalam satu konsep Tuhan.
Saya mencoba menjelaskan kepadanya "Anda bisa percaya pada satu Tuhan dan ia dapat menjadi Hindu. Anda mungkin percaya beberapa dewa-dewa dan Anda masih bisa menjadi Hindu. Atau yang lainnya - Anda mungkin tidak percaya pada Tuhan sama sekali, Anda masih bisa menjadi Hindu. Seorang atheis dapat juga menjadi Hindu."
Ini terdengar sangat gila di telinganya. Dia tidak dapat membayangkan sebuah agama seperti itu, masih hidup untuk ribuan tahun, bahkan setelah serangan hebat dari pasukan asing.
"Saya tidak mengerti tapi sepertinya sangat menarik. Apakah anda religius? "
Apa yang bisa saya sampaikan ke gadis Amerika ini?
Saya berkata: "Saya tidak pergi ke kuil secara berkala. Saya tidak melakukan ritual secara teratur. Saya belajar beberapa ritual waktu masih muda. Saya masih senang melakukannya kadang-kadang .."
"Senang? Apakah Anda tidak takut terhadap Tuhan? "
"Tuhan adalah teman. Tidak - Saya tidak takut dengan Tuhan. Tidak ada seorang pun memaksa saya untuk melakukan ritual ini secara teratur."
Ia berpikir untuk beberapa saat kemudian bertanya: "Apakah Anda pernah berpikir untuk pindah ke agama lain?"
"Buat apa? Bahkan jika saya ditantang beberapa ritual dan kepercayaan dalam Hindu, tidak ada seorang pun dapat mengkonversi saya dari Hindu. Karena, menjadi Hindu memungkinkan saya untuk berpikir secara independen dan objektif, tanpa dikondisikan. Saya tetap sebagai penganut Hindu bukan karen paksaan, tetapi pilihan. Saya beri tahu dia bahwa Hindu bukan agama, tapi satu paket kepercayaan dan praktek. Ini bukan agama seperti Kristen atau Islam karena tidak didirikan oleh satu orang dan tidak memiliki badan pengontrol yang terorganisasi seperti Gereja atau Order, saya tambahkan. Tidak ada institusi atau otorita .."
"Jadi, Anda tidak percaya pada Tuhan?" dia inginkan jawaban hitam dan putih.
"Saya tidak mengatakan itu. Saya tidak memungkiri kenyataan ilahi. Kitab kami, atau Sruthis atau Smrithis - Vedas dan Upanishads atau Gita - mengatakan Tuhan mungkin ada atau mungkin tidak ada. Tetapi kita berdoa kepada sesuatu yang abstrak, otoritas tertinggi (Para Brahma) yang merupakan pencipta alam semesta ini."
"Mengapa Anda tidak dapat percaya dalam satu Tuhan personal?"
"Kami memiliki konsep - abstrak - bukan Tuhan personal. Konsep atau gagasan Tuhan personal, yang menceritakan kepada kita kisah bahwa Tuhan mengirimkan pesan melalui beberapa orang, menuntut kita untuk menyembah Dia atau menghukum kita, tidak masuk akal. Saya berpikir bahwa Tuhan tidak pandir seperti layaknya kaisar otokrasi yang ingin orang lain menghormati dia atau takut kepada Dia."
Saya beritahu dia bahwa gagasan tersebut hanya angan-angan dan pikiran keliru orang yang kurang berpendidikan, tambahan bahwa pada umumnya penganut Hindu percaya pada peperapa Tuhan personal. Hindu pemula memiliki banyak tahayul juga. Begitu masuk sisi filosofi Hindu, maka akan menghilangkan semua tahayul itu.
"Bagus bahwa Anda setuju Tuhan mungkin ada. Anda katakan bahwa Anda berdoa. Lalu apa doa Anda?"
"Sukino Bhavantu Loka Samastha. Om Shanti Shanti Shanti"
"Lucu", dia tertawa, "Apa artinya? "
"Semoga semua makhluk di seluruh dunia berbahagia. Om Damai Damai Damai"
"Hmm .. sangat menarik. Saya ingin mengetahui lebih jauh tentang agama ini. Sangat demokratis, terbuka dan bebas" kata dia.
"Kenyatannya, Hindu adalah agama individu, untuk individu dilakukan masing-masing dengan sumber Veda-veda dan Bhagavad-Gita. Itu semua tentang pendekatan individu dari Tuhan personal menurut cara masing-masing disesuaikan dengan watak dan evolusi batin (guna karma) masing-masing - sesederhana itu."
"Bagaimana seseorang dikonversi menjadi Hindu? "
"Tidak ada seorang pun yang dapat mengkonversi Anda menjadi Hindu, karena Hindu bukanlah sebuah agama, tapi satu set kepercayaan dan praktek. Semuanya sudah diterima dalam Hindu karena tidak ada otoritas tunggal atau organisasi baik untuk menerima atau menolak atau menentang untuk dan atas nama Hindu."
Saya beritahu dia - jika Anda mencari arti hidup, tidak mencari dalam agama-agama, tidak pergi dari satu agama ke agama lain atau dari satu guru ke yang berikutnya.
Untuk pencari sejati, saya beri tahu dia, Alkitab sendiri memberikan panduan ketika berkata "Kerajaan Allah milik Anda." Saya mengingatkan dia mengenai ajaran Kristus tentang kasih yang kita punya masing-masing. Disanalah Anda bisa menemukan arti kehidupan.
Mengasihi setiap ciptaan Tuhan adalah mutlak dan nyata. "Isavasyam idam sarvam" Isam (Tuhan) hadir di sini di mana-mana - tidak ada yang terpisah dari Tuhan, karena Tuhan hadir di mana-mana. Menghormati setiap makhluk hidup dan non-makhluk hidup sebagai Tuhan. Itulah apa yang diajarkan Hindu kepada Anda.
Hindu disebut sebagai Sanathana Dharma, kepercayaan yang abadi. Didasarkan pada praktik Dharma, rambu-rambu kehidupan. Yang paling penting adalah aspek Hindu yang percaya sepenuhnya kepada individual. Hindu tidak memonopoli ide-ide. Semuanya terbuka. Hindu percaya pada satu Tuhan (tidak satu pribadi) dinyatakan dalam berbagai bentuk. Tuhan adalah abadi dan tak berbentuk.
Leluhur Hindu percaya akan kebenaran abadi dan hukum alam, dan kebenaran ini terbuka bagi siapa saja yang mencarinya. Tetapi ada sebagian dari Hindu yang masih percaya tahayul atau fanatik untuk membuat menjadi agama terorganisir seperti yang lain. Kata "Hindu" dianggap sebagai agama.
Saya berkata "Agama telah menjadi salah satu MLM (multi-level marketing) industri yang telah mencoba untuk memperluas pangsa pasar konversi. Bisnis yang terbesar di dunia ini adalah spiritualitas. Tanpa terkecuali Hindu"
Saya Hindu terutama karena menyatakan Tanpa Kekerasan - "Ahimsa Paramo Dharma" - tanpa kekerasan adalah kebijakan tertinggi. Saya Hindu karena ajarannya tidak mengkondisikan pikiran saya dengan sistem kepercayaan tertentu. Seorang pria / wanita yang mengubah agama kelahirannya ke agama lain adalah palsu dan tidak mengubah nilai moral, dan nilai-nilai budaya dalam kehidupannya. Hindu adalah agama pertama berasal. Banggalah pada agama Anda dan bangga pada siapa Anda.
Om Namo shiva .....
Keterangan: Diterjemahkan secara bebas dari: Posting Tjokorda Rai Antara tentang pengalaman pribadi Deniek G. Sukarya dari milis peradah-indonesia Bila ada kesalahan penafsiran/terjemahan silakan gabung di milis untuk didiskusikan
I%20Made%20Sugi%20Ardana
|