|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
MEMAKNAI RANGKAIAN HARI SUCI SARASWATI
4 Januari 2009
Oleh: I Wayan Sudarma
1. Diawali dari Minggu Kliwon Watugunung = Watugunung Runtuh, dapat dimaknai setiap manusia yang menginginkan pencerahan harus membuat keputusan dan menjatuhkan pilihan mau dibawa kemana hidup ini, kaitannya dengan perjalan hidup....setiap manusia diisyaratkan untuk menundukkan ahamkara yang menjadi penghambat terbesar dalam pendakian pencapaian jnana......pada hari ini sebaiknya umat Hindu melakukan sembahyang dan meditasi dan japa sehingga ruang ahamkara dapat dipersempit.
2. Soma Umanis Watugunung = Candung Watang, dalam hidup ini walau kita sudah berusaha mengelola diri toh akan timbul pula keragu-raguan. Kemantapan spiritual tumbuh dan jatuh. Begitulah manusia pada tahap awal diliputi akan keragu-raguan apakah akan sukses atau gagal, seperti Candung Watang
3. Anggara Pahing Watugunung = Paid-Paidan, ketika manusia mengalami keragu-raguan, anjuran dan motivasi teman, sahabat, keluarga sangat dibutuhkan, apalagi dapat dituntun dan dipandu seorang guru tentu sangat perlu agar keragu-raguan itu sirna (simak keragu-raguan Arjuna - sirna ketika Krisna menuntunnya). Setiap masalah, hambatan tentu akan dapat dipecahkan asal kita mau membuka diri berdialog dan memohon bimbingan dari orang yang sudah berpengalaman dan dapat dipercaya tentunya. Untuk itu datang/tangkil kepada guru kerohanian, pedanda, pemangku, bertanya adalah karma yang baik untuk dilakukan pada hari ini
4. Budha Pon Watugunung = Urip Kelantas, ketika telah mendapat bimbingan dari seorang guru, atau orang-orang yang patut dipercaya kita telah memiliki kemantapan sekala-niskala untuk meniti kehidupan dan menata hidup ini. Kemantapan jiwa adalah simbol dari budha urip ini.
5. Wrhaspati Wage Watugunung = Panegtegan, dalam proses pencarian jati diri, menimba ilmu pengetahuan, apalagi tentang spiritual harus berhati-hati, step by step, tidak boleh tergesa-gesa apalagi berkeinginan instan (mau cepet lulus), semua butuh proses. Itulah hidup berproses mengikuti hukum Tuhan, hukum alam, hukum manusia, hukum karma, semua sudah ada atrannya.
6. Sukra Kliwon Watugunung = Pengeredanan, proses transformasi ilmu pengetahuan akan didapatkan oleh manusia yang sudah siap untuk belajar. Disinilah pentingnya kematangan, kesiapan dibutuhkan, pada hari ini kita sebaiknya berkontemplasi.
7. Saniscara Umanis Watugunung = Sasraswati, hanya melalui proses belajar ilmu itu didapat, bukan dengan membuatkan banten pada buku saja tanpa pernah mau membuka dan meneguk saripatinya dengan membaca. Jadi tepis anggapan pada hari saraswati tak boleh baca buku!
8. Redite Pahing Sinta = Banyu Pinaruh, orang yang telah memperoleh pengetahuan tentu akan memiliki kesadaran, dari kegelapan menuju pencerahan. Awidya - Widya - Wijnana - Ksetrajna- Widwam. Pengetahuan ibarat air dalam hidup ini, yakni kebutuhan vital, tubuh tanpa air apa jadinya tubuh ini. Hidup tanpa pengetahuan, apa jadinya hidup ini. Begitulah makna banyu pinaruh (yang sesungguhnya adalah pangaweruh).
9. Soma Pon Sinta = Soma Ribek/Sabuh Mas, dengan modal pengetahuan kita dapat memenangkan kompetisi dalam hidup untuk mendapatkan Artha dan Kama, dengan jnana kita bisa menegakkan Dharma, dengan jnana kita dapat meraih moksa.
10. Budha Kliwon Sinta = Pagerwesi, ketika manusia telah berkarma dan mendapatkan makna dalam hidupnya adalah sebuah kewajiban untuk angayubagia/syukur kepada Tuhan dalam prabhawa sebagai Sanghyang Paramesti Guru yang telah dengan kasihnya mengarahkan, menuntun dan menganugrahkan kesempatan untuk berbenah dan membangun karma kebajikan. Dengan modal anugrah berupa jnana inilah manusia diharapkan dapat menjaga harmoninya dengan Tuhan, sesama dan mahluk lain, sehingga upakara pada sayut pagerwesi berisi Trisula yang merupakan janji manusia menjaga keharmonisan ekosistem ini, tentunya dengan blessing pengetahuan.
I%20Made%20Sugi%20Ardana
|