Bicara Perempuan Hindu Bali dalam Kancah Internasional

20171204_153454

Memperkenalkan perempuan Hindu Bali dalam kancah Internasional bukanlah perkara mudah, karena dibutuhkan keberanian yang kuat untuk bicara tentang perempuan Hindu dalam balutan budaya Bali yang sangat kental dengan sistem kekerabatan yang diambil dari garis ayah (laki-laki) ini, yang sering disebut dengan sistem budaya patriliniel. Hal tersebut yang mendorong Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari, yang merupakan Ketua Departemen INFOKOM DPN Peradah Indonesia ini untuk pertama kalinya memberanikan diri dan menerima undangan untuk tampil dalam kancah Internasional untuk berbicara tentang Perempuan Hindu Bali dalam ranah Komunikasi Politik.

Undangan kali ini adalah berasal dari State Progressive Women’s Forum (SPWF) India yang kali ini dilaksanakan di Bhubaneswar, Odisha pada tanggal 4 Desember 2017 lalu. Dalam kesempatan tersebut, Ketua INFOKOM DPN Peradah Indonesia yang juga merupakan perempuan Hindu Bali yang biasa dipanggil Yuke ini menjelaskan bahwa pentingnya perempuan untuk memiliki nilai tawar (Bargaining Position) yang baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan sosialnya. Hal tersebut untuk menciptakan peluang yang lebih besar kepada perempuan dalam mengambil keputusan. Namun hal tersebut menjadi tidaklah mudah untuk daerah yang menganut budaya patrilineal dimana lazimnya laki-laki akan memiliki porsi yang lebih besar dalam setiap aspek kehidupannya. Dengan demikian, perlu adanya upaya yang besar untuk membangun kualitas diri setiap perempuan Hindu Bali melalui pendidikan dan kemampuan untuk bernegosiasi dalam masyarakat. Hal ini penting untuk menciptakan Bargaining Positions tersebut. Bukan hanya itu saja, keluarga sebagai lingkungan masyarakat terkecil juga harus mampu untuk mencetak generasi yang demokratis dengan cara memberikan peluang yang sama kepada anak laki-laki dan perempuan untuk mengemukakan pendapatnya. Mari berproses perempuan Hindu Bali dalam kapasitas terbaik yang mampu dilakukan. Peradah Indonesia, Jaya…!!!
[telah dibaca 291 kali]

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *