Ajak Pemuda Menjadi Politisi dan Pengusaha, DPP Peradah Sumsel Selenggarakan Diklat Politik dan Kewirausahaan

WhatsApp Image 2017-12-02 at 19.44.45

Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia wilayah Sumsel mengajak semua pemuda untuk tidak memandang politik sebagai sesuatu yang buruk.

Akibatnya, pemuda yang sebenarnya memiliki kapasitas sebagai seorang pemimpin enggan terjun di bidang ini.

Lewat suatu acara yang berlokasi di Gedung DPRD Sumsel, Sabtu (2/12/2017) siang, Peradah mengajak puluhan pemuda Hindu sama-sama berbagi ilmu seputar politik.

Kehadiran sosok Giri Ramandha selaku Ketua DPRD Sumsel seakan membuka mata para pemuda ini bahwasanya politik bukanlah suatu bidang yang harus dibenci generasi milenial.

Kader Peradah yang hadir di acara seminar politik di Gedung DPRD Sumsel, Sabtu (2/12/2017) siang.
Kader Peradah yang hadir di acara seminar politik di Gedung DPRD Sumsel, Sabtu (2/12/2017) siang. (SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA)

Ketua Peradah Indonesia Sumsel, Wayan Mustika, mengharapkan ada kader-kader Peradah yang maju untuk bergelut di dunia politik.

Tentu saja, langkah awalnya adalah dengan tidak memandang politik sebagai hal yang kejam.

Apabila mindset seperti ini sudah berubah diyakini akan banyak kader yang mau terjun di dunia politik.

“Ajaran-ajaran agama pasti dasar yang kuat untuk menjadi pemimpin yang baik. Makanya, apabila kader kita ada yang maju, pasti sangat kita dukung,” kata Wayan.

Kader Peradah yang hadir di acara seminar politik di Gedung DPRD Sumsel, Sabtu (2/12/2017) siang.
Kader Peradah yang hadir di acara seminar politik di Gedung DPRD Sumsel, Sabtu (2/12/2017) siang. (SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA)

Selain politik, Wayan mengatakan, Peradah Sumsel juga baru saja melaksanakan kegiatan pendidikan seputar kewirausahaan.

Dengan kegiatan ini, pemuda Hindu diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan membuka suatu usaha.

Jadi, tak kecewa lagi andai kata sulit menjadi pegawai negeri ataupun swasta.

Mengenai Peradah di wilayah Sumsel, dijelaskan Wayan, saat ini sudah tercatat seribu lebih pemuda Hindu yang bergabung.

Mereka tidak semuanya tinggal di Palembang, tapi di beberapa kabupaten di Sumsel.

Apalagi, Peradah Sumsel kini memiliki tujuh Dewan Pimpinan Kabupaten dan 13 komisariat untuk tingkat kecamatan.

Di Sumsel, Peradah terbentuk satu tahun setelah Peradah Indonesia terbentuk pada 11 Maret 1984.

Adapun anggotanya, jelas Wayan, terdiri diri dari usia 16 hingga 35 tahun.

Andai sudah berkeluarga namun masih dalam usia tersebut, bisa menjadi kader Peradah.

“Di Palembang, sekretariat kita ada di Pura Seiwijaya Seduduk Putih. Kita selalu sembahyang sama-sama, terlebih saat hari raya Hindu,” kata Wayan.

Sementara itu, Giri Ramanda menyambut positif tentang tema acara yang digelar Peradah Sumsel.

Ia merasakan bahwa memang faktanya anak-anak muda enggan terjun di dunia politik.

Ada yang beranggapan politik itu kejam hingga ke istilah Haram, Halal, Hantam.

Ini, menurut Giri, harus segera diubah di kalangan anak-anak muda.

“Di jaman modern seperti sekarang, anak-anak muda sudah banyak yang berpolitik, bahkan di luar negeri.

Jadi, inilah kesempatan untuk mereka, terlebih karena anak-anak muda itu masih bersih,” kata pria yang juga menjabat Ketua PDI-P Sumsel ini.

Peradah Indonesia, Jaya !!!

(Dikutip Dari : http://palembang.tribunnews.com)

WhatsApp Image 2017-12-02 at 19.45.56 WhatsApp Image 2017-12-02 at 19.46.00 WhatsApp Image 2017-12-02 at 19.44.45
[telah dibaca 185 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *