DPP Peradah Kalteng Perkenalkan Peradah Pada Mahasiswa Baru

Kalteng Hadir

INFOKOM DPP PERADAH KALTENG – Pada kegiatan Orientasi Pengenalan Akademika Kampus (OPAK) yang berlangsung dari 20-22 Agustus 2017 di STAHN TP Palangka Raya, Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Kalimantan Tengah berkesempatan untuk memperkenalkan Peradah Indonesia kepada Mahasiswa Baru yang sedang mengikuti OPAK pada saat itu Selasa, 22 Agustus 2017. Dalam memenuhi surat undangan sebagai pemateri dalam kesempatan itu Peradah Kalteng menugaskan dua pengurus yaitu Risyando Abe Isar Anggota Bidang Informasi & Komunikasi bersama dengan Rollie Anggota Bidang Pengembangan Kewirausahaan.

Misi kedua kader tersebut adalah untuk memperkenalkan organisasi kepemudaan Hindu yang ada di Indonesia, dalam kesempatan itu Risyando Abe Isar memaparkan materi tentang Peran dan Fungsi Organisasi Peradah Indonesia di depan 110-An Lebih Mahasiswa Baru bersama KMHDI yang saat itu turut menjadi pemateri. Kurang lebih satu jam waktu pemaparan yang dilakukan bersama KMHDI dengan diskusi Panel, mendapatkan respon yang baik datang dari peserta, peserta melakukan umpan balik dengan melontarkan pertanyaan kepada Peradah Indonesia, yang artinya peserta ingin lebih mengenal Peradah Indonesia.

Dalam kesempatnya menjadi pemateri Risyando Abe Isar menjelaskan lebih kepada Tupoksi dari Peradah Indonesia “Perlu teman-teman ketahui tupoksi Peradah Indonesia dalam pembinaan generasi muda adalah mencetak kader generasi muda Hindu yang berkualitas di bidang kepemimpinan dan kewirausahaan sesuia hakekatnya sebagai generasi muda dalam mengemban dharma agama dan dharma negara” Jelas Risyando.

Pemuda yang baru menyelesaikan Studi S1 di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya ini juga menambahkan hal konkrit yang dilakukan oleh peradah dalam komitmennya untuk membina Generasi Muda yang ingin belajar di Organisasi ini, waktu itu ia menuturkan dalam hal kepemimpinan yaitu adanya Pakemda dan Pakemnas di Bali dalam bidang kewirausahan ada budidaya ikan lele, dan bertanam cabe. “meski dalam praktiknya para kader peradah yang bergelut dalam budidaya ikan lele, pertama sempat gagal, syukur-syukur tenyata selanjutnya boleh dikatan berhasil, dan saya menekankan di Peradah diutamakan adalah Proses bukan Hasil” Tutup Risyando dalam paparannya (22/8/17). (#INFOKOM #RAI)
[telah dibaca 137 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *