Peradah Kalteng Hadir di Seminar Nasional Peran PT Menghadapi Intoleransi

Kaltenggg

INFOKOM DPP PERADAH KALTENG – Kebhinekaan adalah aset berharga yang dimiliki Indonesia dan menjadi anugrah yang tak ternilai, Indonesia yang kaya akan keragaman memiliki 17.508 pulau, 748 bahasa, 300 etnik, 1.340 suku dan 6 agama menjadi kebanggan tersendiri sehingga bisa hidup rukun dalam kemajemukan. Indonesia menjadi rumah seluruh penduduk yang ada, sehingga sangat penting sebuah rumah harus dirawat, sebagai pelaku penghuni rumah, sudah selayaknya kita menjaga apa yang sudah didirikan oleh founding father kita, terutama ideologi bangsa yaitu Pancasila. Tapi tidak dipungkiri lagi dengan perkembangnya jaman bahwa akhir-akhir ini diberitakan Toleransi yang sudah mengakar di negeri ini hampir dikikis dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab sehingga datang yang namanya Intoleransi.

Sebagai bentuk keprihatinan, kewaspadaan dan pencegahan tumbuhnya bibit-bitit redikalisme di Perguruan Tinggi pada hari kamis, (20/7/17) diselenggarakanlah kegiatan Seminar Nasional di Aula STAHN TP Palangka Raya dengan tema “Peran Perguruan Tinggi Dalam Menghadapi Intoleransi Khebinekaan di NKRI” dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, MA Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. I Ketut Subagiasta, D. Phil Ketua STAHN TP Palangka Raya, Dr. Ahmad Dakhoir, SHI, MHI dosen Hukum Ekonomi IAIN Palangka Raya, Dr. Metro WS. Rahan, M.Si, M.Thm dan P. Fransiskus Janu Haru, Pr.SS.Msc.Ed.

Kegiatan demikin sangat relevan untuk menjaring biti-biti intoleransi yang mungkin tumbuh dilingkungan Perguruan Tinggi,  tidak lupa sebagai generasi muda yang akan memegang tonggak estapet kepemimpinan di segala bidang, DPP Peradah Indonesia Kalteng mendelegasi kader yaitu Mega Riska selaku Wakil Bendahara untuk mengikuti kegiatan tersebut, hal demikian sebagai wujud perhatian dan komitmen Peradah Kalteng mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan kedamaian dan ketentraman dalam berkehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Dengan kegiatan serupa diharapkan proses pengembangan dalam diri mahasiswa di Perguruan Tinggi tidak hanya meningkatkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) melainkan sebagai saranan untuk membentuk karakter yang memiliki cinta akan kebhinekaan dan toleransi dengan nilai-nilai Cinta Kasih, Tri Hita Karana, Huma Betang, Belum Bahadat dan Tat Twam Asi, sehingga tumbuhnya semangat jiwa nasionalis yang bisa memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam suasanan yang harmonis, aman dan damai. Demikian pulu hal-hal yang akan memunculnya konflik sosial tidak akan pernah datang dan ada. (RAI)
[telah dibaca 167 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *