DPR/MPR RI Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan Kepada Ratusan Kader Peradah Kalteng

Kalteng 2

INFOKOM DPP PERADAH INDONESIA KALTENG – (Palangka Raya-Kamis, 15 Juni 2017) Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dengan ragam budaya dan bahasa dari berbagai suku yang tersebar di kepulauan Nusantara. Keragaman tersebut telah sejak lama menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Tidak dipungkiri akhir-akhir ini diberitakan bahwa toleransi terhadap keregaman yang telah mengakar di negeri tercinta ini hampir diciderai oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Kondisi demikian tentu mengundang keprihatinan banyak pihak termasuk pemuda Hindu sebagai bagian dari anak bangsa yang ingin melihat Indonesia terus maju dan berkembang dalam keberagaman. Sebagai bentuk keprihatinan tersebut, pemuda Hindu yang tergabung dalam Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Kalimantan Tengah mengadakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI bekerja sama dengan Anggota DPR-RI Hang Ali Saputra Syah Pahan yang merupakan politisi PAN dan berasal dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah.

Sosialisasi 4 Pilar tersebut disampaikan langsung oleh Hang Ali di Aula Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Tampung Penyang Palangka Raya pada hari Kamis, 15 Juni 2017. Peserta yang hadir pada kegiatan tersebut berjumlah mencapai 200-an orang yang berasal dari berbagai unsur organisasi kepemudaan Hindu di Kalimantan Tengah, bahkan rombongan Peradah dari Kabupaten Katingan yang dipimpin oleh Sarnadie, ST turut hadir pada kegiatan tersebut.

Dalam paparannya pemateri menyampaikan bahwa konsep 4 Pilar MPR-RI yang terdiri dari Pancasila, Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan landasan penting guna memperkokoh karakter masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penanaman nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman bagi pemuda saat ini dipandang urgent agar pemuda sebagai generasi penerus bangsa dapat memiliki jiwa yang nasionalis dan bijak dalam menyikapi gejolak sosial di masyarakat yang dapat menimbulkan bibit-bibit konflik horizontal. Pancasila yang merupakan warisan luhur para  founding father sudah final menjadi satu-satunya ideologi bangsa Indonesia dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi landasan konstitusi dalam menegakkan hukum di Indonesia. Sementara itu NKRI merupakan bentuk Negara Republik Indonesia dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang melambangkan bahwa keberagaman menjadi semangat dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sosialisasi yang dibarengi dengan dialog dan dipandu oleh moderator Ketua DPP Peradah Indonesia Kalimantan Tengah, Sastriadi berjalan santai dan menarik perhatian peserta untuk berperan aktif dalam sesi tanya jawab. Pada akhir kegiatan diadakan pemberian door prize bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri.

Kegiatan serupa tentu saja memberikan banyak manfaat terutama bagi kalangan generasi muda guna mempersiapkan diri untuk menjadi penerus dalam memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam suasana yang harmonis, aman, dan damai. Sekat-sekat antara minoritas dan mayoritas, dominasi kepentingan kelompok, dan sikap-sikap yang dapat memicu disharmonisasi antar anak bangsa meski direduksi dari pola pikir generasi muda. Generasi muda mesti bersikap proporsional dalam melaksanakan hak dan kewajibannya. Pemuda Maju, Indonesia Jaya. (RAI)
[telah dibaca 278 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *