Pakemda Peradah Kalimantan Tengah, Menggali Keluhuran Hindu di Bumi Tambun Bungai

Pakemda Kalteng

Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia Kalimantan Tengah atau sering disebut dengan DPP Peradah Indonesia Kalteng, dalam memperkuat dan mengembangkan karakter jiwa kepemimpinan yang nantinya akan melahirkan pemuda Hindu yang berkualitas, mengadakan kegiatan Pendidikan Kepemimpinan Daerah (PAKEMDA) angkatan IV, Kegiatan yang diselengarakan di Hotel Sahid Tamara Jalan R.T.A. Milono km. 3,5 Palangka Raya, dihadir oleh Pembimas Hindu Prov. Kalteng, PHDI  Prov. Kalteng, PD KMHDI Kalteng, dan tokoh atau senior Peradah yang ada di Kalimantan Tengah saat pembukaan Sabtu, (11/2/17).

Mardona SS selaku ketua panitia dalam laporannya, melaporkan kegiatan yang akan dilaksanakan, dari dasar kegiatan, tujuan, peserta,  tanggal , waktu, tempat, dan rangkaian kegiatan yang dilakukan.

“Kegiatan Pendidikan Kepemimpinan Daerah Angkat IV DPP Peradah Indonesia kali ini mengusung tema Melalui Pendidikan Kepemimpinan Kita Wujudkan Kader-kader Pemimpin Hindu yang Profesional, Cerdas dan Berkarakter, Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 69 orang perwakilan dari setiap DPK” ujar Mardona dalam laporannya (11/2).

Sedangkan ketua DPP Peradah Indonesia kalteng Sastriadi U. Bunu, S.Pd., M.Hum dalam sambutannya menegaskan tupoksi organisasi dan berharap kegiatan ini pula sebagai media komunikasi antar Pengurus DPP dan DPK yang berada di wilayah Kalimantan Tengah.

“Organisasi ini sebagai media yang menjembatan niat baik pemuda Hindu sebagai wadah pengemban Dharma bakti generasi muda Hindu kepada nusa dan bangsa, dimana peradah akan menjadi langkah lanjutan pendidikan diluar sekolah atau kampus, mendidik menjadikan pemuda Hindu yang memiliki kerakter pemimpin dan kewirausahan, sebagai daya dorong pembangunan umat Hindu yang berkelanjutan” Tegas Sastriadi saat sambutannya di Aula Hotel Sahid Tamara.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan anggaran dana yang dialokasikan untuk Peradah dari Pembimas Hindu Prov. Kalimantan Tengah Dra. Sisto Hartati, M.Si, dengan bantuan demikian sehingga kegiatan ini bisa terlaksana” Tambah Sastriadi.

Sementara itu dalam sambutan Ketua PHDI Prov. Kalteng dan Pembimas sangat mendudung kegiatan-kegiatan Peradah, yang kali ini sudah membantu pihak Pembimas dan PHDI dalam pembinaan teradap pemuda Hindu yang ada di Kalimantan Tengah, dan juga sangat penting kegiatan-kegiatan seperti pengetahuan manajemen organisasi, yang nanti pemuda inilah yang menggantikan posisi kami sebagai pemimpin generasi emas yang akan datang.

Ni  Gusti Ayu Ketut Kurniawati, SIP., M.Si (Yuke) dalam sambutannya mewakili DPN Peradah Indonesia, menyampaikan mohon maaf yang sebesar-bersarnya dari Ketua Umum DPN Peradah Indonesia yang tidak dapat hadir memberikan sambutan dan membuka acara, karena adal hal yang tidak bisa beliau tinggalkan, dengan begitu beliau menugaskan Infokom untuk mewakili menghadiri kegiatan ini.

“Pelaksanaa pakemda ini, tentu memberikan semangat sekaligus penguatan terhadap perjalanan Peradah secara nasional dan khususnya di Kalimantan Tengah. Memperhatikan fenomena belakangan ini, baik terkait dengan politik, hukum, social dan gangguan kehidupan ber-Bhinneka kita, yang dapat mempengaruhi sikap mental kita sebagai generasi penerus, sudah seharusnya kita berada di garis depan untuk membangun sikap, pola pikir, dan langkah nyata” Ucap Yuke saat membacakan sambutan DPN Peradah Indonesia.

Pakemda 2

Gambar 2. Suasana Saat Pemberian Materi

Peradah Indonesia sebagai organisasi Kepemudaan Hindu terbesar di Indonesia atau satu-satunya organisasi Kepemudaan yang bertarap nasonal, sebagai wujud dari kontribusi Peradah Indonesia terhadap kemajuan bangsa dan demi tercapainya visi misi DPP Peradah Indonesia Kalimantan Tengah melaksanakan PAKEMDA, dengan kegiatan ini harapnya bisa mencetak kader- muda Hindu Kalteng yang berkualitas di Bidang Kepemimpinan. Sedikit kita singgung apa itu Peradah Indonesia ? tepat pada tanggal 11 maret 1984 pemuda Hindu Mendelekrarisasikan Organisasi Kepemudaan dengan nama Perhimpunn Pemuda Hindu Indonesia atau disebut dengan Peradah Indonesia, Kata Peradah Indonesia merupakan singkatan dari ”Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia” kata singkatan “Peradah” dipilih karena cukup dekat dengan nasehat dalam budaya Jawa yaitu “Anak Polah Bapa Kepradah” yang bermakna bahwa apapun yang dilakukan seorang anak, orang tua juga akan ikut menanggung akiatnya. Alasan lain adalah karena cukup dengan nama besar Empu Bharadah, salah seorang puruhita di zaman Kediri yang berhasil membasmi Adharma dalam cerita “Calon Arang”. Peradah Indonesia diharapkan tetap mengemban nama besar itu dalam segala perilaku.

Pemateri yang dihadirkan Peradah untuk memperkaya pengetahuan kader, yaitu pengurus DPN Peradah Indonesia Yuke, pemaparan yang baik dan materi dikemas dengan suasana santai, serius, belajar, dan bermain. Materi yang dibawakan oleh Yuke tentang Diplomatis, Lobbying, dan Negosiasi, asiknya lagi kader langsung di ajak mempraktek cara menyelesaikan masalah dengan kasus yang ada dengan menggunakan ilmu Lobying dan Negosiasi. Selain itu juga Peradah membekali kader dengan dunia Jurnalistik yang disampaikan oleh Ayin Nur Rofik Tabengan, dengan materi Penulisan Artikel, Masalah dan Berita, dengan begitu kader bisa memahami dan mengetahui bagaimana cara penulisan artikel/berita dengan menyesuiakan bidangnya masing-masing, dan nanti harapannya kader bisa menuliskan gagasan dan idenya  dalam media blog dan lainnya, selain itu juga ada materi tentang Ajaran Hindu Tentang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Serta Konsep Kepemimpinan Hindu (Astasastra,Nitisastra dan Danda Niti) yang disampaikan Oleh Dr. I Made Kastama, S.H., M.H beliau juga salah satu tokoh Peradah yang ada di Kalteng, kader juga di berikan pemahaman dalam menjaga kerukuan antar umat yang ada dikalteng oleh FKUB Kalteng.

Mengingat jadwal malam itu ada sembahyang purnama dan sebagai wujud dari jati diri kader yang religus, sebagai mana umat yang beragama beberapa peserta dan panitia juga menyempatkan diri untuk mengikuti persembahyangan purnama di Pura Pitamaha. Kegiatan pun berakhir tepatnya Pukul 01.00 WIB yang ditutup dengan canda tawa, kegembiraan, senang, dan haru , menutupi rasa kantuk dan lelah peserta dan panitia yang mengikuti kegiatan.

Pakemda 3

Gambar 3. Perjalan menuju Manggu lokasi Peri Penyebrangan

Tidak terasa, tidur sebentar dan harus bangun pagi-pagi  peserta dan panitia bergegas mandi, makan dan mempersiapkan keberangkatan menuju Tumbang Manggu, yang disana akan dilanjutkan kegiatan Tirta Yatra, tepat pukul 07.00 WIB Rombongan Berangkat, sebelum berangkat panitia dan peserta berkumpul dihalaman Hotel untuk mendengarkan arahan dari panitia dan koordinator lapangan saat Tirta Yatra Ketut Fourent Kusamba, S.Pd yang menjabat sebagai Sekretaris DPK Peradah Indonesia Katingan dan bero’a bersama. Minggu, (12/2/17)

Sebagaimana dari hakikatnya Tirta Yatra adalah niat tulus mengunjungi tempat-tempat suci atau tempat yang bersejarah atau yang memang dikaramatkan. Dengan tujuan untuk melihat lebih dekat tempat yang suci dan bersejarah seperti Balai Basarah Antang Bajela Bulau, Betang Bintang Patentu, Betang Samaya, Air Terjun Tamanggung Tuyang yang ada di Desa Tumbang Manggu Kecematan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan, tentunya juga dengan Perjalan Suci yang utama adalah menjali hubungan baik sesama umat khususya di Desa Manggu, banyak hal nilai sejarah, tata cara basarah, suara merdu dari anak muda manggu saat Manggaru Sangku Tambak Raja sebagai pembelajaran yang kita dapatkan.

Pakemda 4

Gambar 4. Ritual Penyambutan Tamu (Potong Pantan)

Melalui jalan yang berliku-liku, naik turun bukit, melewati sungai dengan peri penyebrangan tepat Pukul 11.00 WIB rombongan tiba di depan Balai Basarah Antang Bajela Bulau Hindu Kaharingan di desa Tumbang Manggu, rombongan disambut oleh Umat Hindu Kaharingan disana dan kami haru melewati Pantan, sebagai penghalang rombongan, maksudnya penghalang rombongan, peserta rombongan harus melewati Pantan yang sudah disediakan oleh Umat. Bicara sedikit tentang Pantan, Potong Pantan adalah salah satu Ritual untuk acara penyambutan tamu datang yang dilaksanakan oleh Suka Dayak, upacara ini adalah warisan dari leluhur kami yang turun-temurun dilaksanakan ketika penyambutan tamu sampai sekarang masih diwarisi oleh leluhur kami dari generasi ke generasi, dalam upacara ini dari pihak umat Hindu Kaharingan menjelaskan kenapa dibuat pantan sebagai penghalang yaitu untuk menghalang niat jahat yang ikut rombongan dan menetralisikannya, dan menanyakan siapa yang datang dan apa maksud dari tujuan kedatangan rombongan, setelah itu di jawab oleh Ketua DPP Peradah Indonesia Kalimantan Tengah Sastriadi bahwa kedatangan rombongan berniat baik untuk melakukan silahturahmi dan ingin menjalin hubungan baik dengan umat yang ada di Kalimantan Tenga. Rombongan juga dipercikkan air dengan menggunakan daun sawang Oleh Pisur/Basir (Rohaniawan) sembari memanjatkan do’a. dalam Ritual ini, seluruh rombongan yang datang diminta untuk memotong Tebu yang dipasang melintang di pintu masuk dengan cara semua rombongan bergantian menggigit tebu tersebut sampai putus, ini menandakan bahwa niat baik dan keseriusan rombongan dan juga salah satu bukti “Tamu adalah Raja” masih berlaku di masyarakat setempat, terbukti dengan sambutan dan partisipasi umat disana.

Pakemda 5

Gambar 5. Penyerahan Kenang-kengan dan Buku Kandayu Selesai Basarah

Beberapa kegiatan setalah melewati Pantan, Rombongan tiba dan dipersilahkan masuk kerumah warga untuk beristirahat sebentar sambil menunggu dari seksi acara untuk persiapan Basarah bersama yang di koordinir oleh Mega Riska yang juga langsung berkoordinasi dengan pihak Majelis, dalam kesempatan itu juga DPP Peradah Indonesia Kalimantan Tengah menyerahkan kenang-kenangan dan Buku Kandayu dari Pembimas Hindu Kalimantang Tengah untuk Masyarakat di Tumbang Manggu yang diterima langsung oleh Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MK-AHK), rombongan juga dihidangkan masakan yang tidak kalah enaknya dari umat Hindu Kaharingan, sebelum melanjutkan kegiatan menuju Air Terjun Tamanggung Tuyang dan Betang yang ada di Manggu, perjalan yang cukup ekstrim jalan naik turun bukit dan ditambah dengan salju persi dayak (debu) sontak membuat rombongan dekdekan dan cemas, seperti menaiki wahana yang nguji Adrenalin. Syukur dengan keindahan alam perbukitan adanya Air Terjun Tamanggung Tuyang menjadi penawar detak jatun yang berdetak kencang saat perjalanan menuju lokasi air terjun.

PAkemda 6

Gambar 6. Foto Bersama di Air Terjun Bersama Pemuda Hindu Kaharingan Manggu

Melanjutkan agenda rombongan menuju Betang melakukan ramah tamah sekaligus pamitan dengan umat Hindu Kaharingan di manggu, tepatnya di lokasi semua dari baju, alis, rambut, kumis dan sebagainya berubah warna diakibatkan debu. seketika Sekretaris DPP Peradah Indonesia Kalimantan Tengah Dino Pranoto, S.Sos.AH., M.Pd.H yang beranjak turun dari belakang truk sembari membersihkan baju dan rambutnya berkata “tidak apalah demi umat” dengan wajah santai di jawab Sastriadi “Totalitas Sekda Untuk Umat” mengundang canda tawa peserta yang ada saat itu.

Sembari ramah tamah rombongan juga izin pamit dengan  umat Hindu Kaharingan yang ada di Manggu, dengan harapan dengan membangun jaringan komunikasi antara umat menjadi langkah positif dalam memberikan motivasi untuk bangkit lebih maju lagi dari sekarang, sejalan dengan adanya organisasi yang bernapaskan Hindu selayaknya sudah saling berkoordinasi sehingga terciptanya komunikasi yang baik. Majelis Resot dan Majelis Kelompok Hindu Kaharingan Manggu, sangat senang atas kedatangan rombongan pemuda Hindu dari beberapa Keb. yang ada di Kalimantan Tengah. Dengan komunikasi yang baik maka terciptanya kebersamaan dengan adanya kebersamaan terwujudnya masyarakat yang sejahtera, untuk mensejahterakan masyarakat maka tanamlah didalam hati yang namanya “KEWAJIBAN BERSAMA”.

Semoga kegiatan-kegiatan seperi selalu ada di setiap tahunnya, tentu juga tidak lupa ini semua tidak akan berjalan lancer, kegiatan dari hari sabtu, minggu dan sebelum hari itu. semua hal diawali dengan proses dengan saling koordinasi dan saling percaya, saling membantu, dalam hal ini juga ucapan terima kasih untuk semua pihak yang sudah ikut serta dalam kegiatan Khususnya DPK Peradah Indonesia Katingan yang sudah membantu menjembatani niat baik Rombongan sehingga bisa berkoordinasi dengan Majelis Resot maupun Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Manggu, dan tidak lupa ucapakan terima kasih atas partisipasi dan bantuan PT. Dwima Jaya Puta yang sudah menyediakan transportasi menuju air Terjun Tamanggung Tuyang. Majulah Pemuda Hindu Bangkit..Berbuat..Berdoa…Peradah Indonesia… Jayaa..!!!!

Pakemda 7

Gambar7.  Foto bersama di depan Balai Basarah Antang Bajela Bulau Hindu Kaharingan

By. Risyando Abe Isar Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) DPP Peradah Indonesia Kalteng
[telah dibaca 236 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *