BNN Gandeng Peradah Sosialisasi Bahaya Narkoba di Bali

img20161205114256

Pengguna narkotika dan obat/bahan berbahaya (Narkoba) di Bali memprihatinkan. Tak hanya orang dewasa, remaja hingga anak-anak pun kini tak asing lagi dengan obat terlarang tersebut. Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali mengakui selama ini cukup kelabakan untuk menanganinya. Lembaga Negara ini mendorong agar partisifasi masyarakat luas untuk ikut berperan memberantas peredarannya di lapangan.

Demikian paparan Kepala BNN Provinsi Bali Putu Gde Suwastawa disela menemui jajaran pengurus Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Perhimpinan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Bali, Senin (6/12) di Kantor BNN Provinsi Bali. Lebih jauh, kata dia Bali saat ini darurat peredaran Narkoba. Sebagai kawasan pariwsata, sudah barang tentu obat-obatan yang mematikan tersebut sangat rentan beredar di semua kalangan. Apalagi, harganya saat ini amat sangat terjangkau.

Narkoba, nilai Suwastawa selama ini juga rentan menimpa kalangan pelajar khususnya generasi muda. Tak hanya di perkotaan tapi juga di desa-desa pun tak kalah marak. Upaya dan langkah refrentif selama ini dilakukan untuk mensosialisasikan dampak buruk dan bahaya juga diupayakan dengan menggandeng berbagai pihak atau lembaga seperti penggiat Anti narkoba atau LSM-LSM .

Dalam kesempatan tersebut, BNN Provinsi Bali dalam rangka mensosialisasikan dampak buruk Narkoba siap menggandeng Peradah Bali, sebagai basis pergerakan pemuda Hindu. Menurutnya, sosialisasi dengan menggandeng organ kepemudaan apalagi bernafas keagamaan dinilai efektif menyasar komunitas di desa pakraman.

“Sasaran kita di tahun 2017 para pemuda di STT (sekeha teruna-teruni) di desa pakraman. Mereka sangat rentan sekali mengkonsumsi Narkoba,”kata Suwastawa dihadapan rombongan Pengurus Peradah Bali yang dipimpin langsung oleh Ida Ayu Made Purnamningsih. Lebih jauh, dengan menjalin kerjasama dengan Peradah. Nantinya bakal dilakukan pemetaan secara serius kawasan-kawasan strategis penyebaran Narkoba . Seperti Kabupaten Badung, Jembrana, Buleleng dan Karangasem.

Peradah dinilai sebagai organisasi yang sudah lama eksis di tengah keumatan, akan efektif menyasar pemuda-pemudi Hindu. Sosialisasi, kata dia akan dikemas semenarik dan senyaman mungkin ala anak-anak muda saat ini. Disamping itu, nilai-nilai agama akan ditekankan pada saat sosialisasi dengan menghadirkan para akademisi atau praktisi Hindu untuk memberikan pemahaman keagamaan.

Sementara itu Ketua DPP Peradah Indonesia Bali Ida Ayu Made Purnamaningsih mengapresiasi kerjasama yang ditawarkan oleh BNN Bali dalam menyikpai fenomena peredaran narkoba saat ini yang merambah ke desa-desa. Sebagai oganisasi pemuda yang bernafaskan Hindu, pihaknya mengakui memiliki tanggungjawab moral dalam membina dan mengedukasi generasi muda sehingga bisa mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan. Desa Pakraman, sebagai basis krama adat Bali yang menaungi STT, kata Purnamaningsih kedepannya merupakan aset dan garda terdepan. “Mereka harus diproteksi dari berbagai ancaman dan penyakit sosial,”kata dara yang kini melanjutkan Studi di Pascasarjana IHDN Denpasar tersebut.

Ia juga menegaskan, peran agama penting dilibatkan dalam menyikapi fenomnena sosial yang setiap harinya berkembang. Selama ini, domain agama hanya berorintasi pada Tuhan dan tempat ibadah. Padahal, jauh dari itu, agama memiliki peran strategis untuk mengkuatkan moral dan memantkpkan srada umat sehingga menjauhi perilaku-perilaku menyimpang. “Ini tanggung jawab semua pihak,”tegasnya. Peradah Indonesia, Jaya…!!!

img20161205114240
Posbali/kaw
Foto: Jajaran Pengurus DPP Peradah Indonesia Bali disela audensi dengan BNN Provinsi Bali, Senin (6/12) di Denpasar.
[telah dibaca 220 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *