PERADAH : PHDI HARUS BERSINERGI UNTUK KEMAJUAN UMAT HINDU

2dc296d1-e3e3-4898-ae29-82affb1394ef

 

 

Sabtu, 22 oktober 2016 bertempat di Hotel Utami Surabaya Jawa Timur diselenggarakan Mahasabha XI PHDI, yang bertema Pemerdayaan Kearifan Lokal dalam Semangat Dharma untuk Kejayaan Indonesia. Dalam forum Mahasabha kali ini dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Menteri Koperasi dan UMKM serta Menkominfo. Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Surabaya, Dirjen Bimas Hindu, Perwakilan Majelis Agama yang ada di Indonesia, Forum Koordinasi Agama Jawa Timur, Forum Koordinasi Agama Kota Surabaya. Serta serta dihadiri pula oleh perwakilan PHDI Kota/Kabupaten dan Provensi seIndonesia yang berjumlah 546 peserta dan 100 peninjau.

Ketua Umum PHDI Pusat menyampaikan Mahasabha menghasilkan hasil yang baik khususnya untuk kemajuan umat, saya meminta supaya tetap memperhatikan dan menumbuhkembangkan solidaritas kebhinekaan di masyarakat, dan juga peserta selalu berfikir jernih dalam Mahasabha demi mencapi hasil yang maksimal, dinamika adalah hal yang biasa namun tetap sesuai dengan etika dan aturan yang ada imbuhnya.

DPN Peradah Indonesia sebagai salah satu peserta memberi tanggapan terhadap Laporan PHDI Pusat dengan catatan kritis. Daolam catatannya yang disampaikan oleh Ketua Umum DPN Peradah Indonesia, D. Sures Kumar, PHDI kedepannya harus meningkatkan koordinasi dan sinergitas antara PHDI dengan Lembaga Hindu Nasional. Pada kesempatan ini pula, DPN Peradah Indonesia meminta para Sulinggih untuk mengedepankan Sasana dan etika serta prilaku yang santun dan sejuk sesuai sastra Sulinggih sehingga umat mendapatkan kesejukan. DPN Peradah Indonesia juga meminta dan berharap PHDI menyadari perannya yang begitu penting dan besar saat ini. Maka PHDI harus dipimpin oleh Leader yang memiliki kapasitas dan berkualitas serta tegas berani dalam bersikap untuk memajukan umat Hindu Nusantara tutupnya.

Gubernur Provensi Jawa Timur selaku tuan rumah mengatakan  sangat baik dan tepat keputusan panitia memilih tempat Mahasabha di Surabaya, mengingat bahwa baik itu masyarakat Bali dan masyarakat Hindu JAwa Timur adalah keturunan Majapahit. Sebagai upaya untuk menempuh Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, harus kembali ke Jawa Timur.

Wakil Presiden RI, yang hadir sekaligus membuka acara menyampaikan dalam sambutannya, Mahasabha XI PHDI diharapkan mendapatkan hasil yang maksimal dan baik, mengingat Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang besar, Bangsa yang berBhineka Tunggal Ika. Dimana perbedaan adalah suatu hal yang mutlak, namun bukan suatu alasan untuk menjadi sumber perpecahan. Bangsa Indonesia harus tetap saling menghormati satu sam lain dan saling menghargai pada semua pihak. Pemerintah memberikan kesempatan yang sama untuk semua bakti, dan upaya demi kemajuan Bangsa yang besar ini. Wakil Presiden berpesan agar dalam Mahasabha kali ini selalu mengedepankan keberagaman, kebersamaan dan melakukan evaluasi untuk kemajuan Hindu dan Indonesia. Akhir kata beliau mengucapkan selamat bermahasabha, semoga mendapatkan hasil yang maksimal demi kemajuan umat Hindu pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, Peradah Indonesia Jaya !!!

(Ditulis Oleh : I Gusti Ngurah Panji)

 
[telah dibaca 317 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *