Dorong Kebangkitan Pemuda Hindu di Bali

img_1421

Pelatihan Kepemimpinan Daerah (Pakemda) Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Bali di Denpasar, 30 September – 2 Oktober 2016 lalu telah berjalan sukses. Kegiatan ini mendapat berbagai apresiasi dari tokoh Hindu dan Alumni Peradah. Harapan besar atas bangkitnya pemuda Hindu di Bali diharapkan berkelanjutan.

Harapan tersebut diantaranya datang dari Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof Drs I Ketut Widnya, MA MPhil PhD. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Pakemda sebagai upaya meningkatkan kemampuan pemuda menjadi pemimpin di masyarakat.

Ia menambahkan, Peradah sebagai organisasi kepemudaan Hindu terbesar di tanah air dapat mengkampanyekan ajaran-ajaran kepemimpinan Hindu sebagai nilai nilai adiluhung dari Hindu itu sendiri.

“Para pemuda harus memiliki nilai dharma salah satunya dapat menerapkan moral yang berlaku di masyarakat. Jika pemimpin bermoral harus mampu memimpin dirinya sendiri,” katanya. Menurut dia, pendidikan kepemimpinan memiliki posisi sangat strategis karena pendidikan di dunia ini pada dasarnya menentukan peradaban.

Dikatakan pula, mantan Ketua STAH Negeri Gde Pudja Mataram itu juga mengungkapkan, Pakemda Peradah diharapkan dapat dilanjutkan secara kontinyuitas dan dapat melibatkan lebih banyak peserta pemuda.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra. Sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut, ia mengingatkan agar mengajak generasi muda terus memperdalam nilai-nilai keagamaan dengan baik serta menjadikan suatu dasar dalam kepemimpinan.

“Menjadi seorang pemimpin atau leadership harus mampu bekerja keras, mempunyai visi, komitmen dan bisa mengendalikan diri bedasarkan ajaran Tri Kaya Parisudha,” tandasnya.

Walikota juga mengajak generasi muda sebagai calon seorang pemimpin terus membangkitkan rasa “jengah” atau semangat dalam menjawab tantangan akan dapat memunculkan “taksu”.

Sementara itu Anggota Komisi X DPR RI DR. Ir. Wayan Koster, MM memberikan sejumlah kritik mengenai eksistensi organisasi Hindu yang selama ini dinilai kiprahnya sangat minim. Kehadiran umat Hindu dengan organisasi termasuk organisasi kepemudaan seperti Peradah, memiliki ruang dan hak yang sama untuk memajukan bangsa. Namun sayang, selama ini peran tersebut belum maksimal dilaksanakan.

“Kita sebagai umat Hindu harus mengambil peran, bagaimana Umat Hindu bisa membangun dirinya, dan berperan aktif dalam membangun bangsa,”kata Koster yang dua periode menjabat Wakasekjen Peradah Pusat. Ia juga menyebutkan salah satu kelemahan organisasi Hindu adalah kurangnya kesadaran kolektif Umat HIndu, menyangkut komitmen, dedikasi dan loyalitas dalam memajukan umat Hindu secara terorganisir.

Pada kesempatan itu ada beberapa pemateri yang tampil. Dominan merupakan alumni Peradah. Diantaranya. Dr. I.B Gede Yudha Triguna, Ida Bagus Ketut Susena, AA Ngurah Wirawan, hingga Dr I Gde Made Sadguna. Peserta Pakemda diikuti oleh DPK Peradah se-Bali, KMHDI Bali, FPMH Unud hingga organisasi kepemudaan lainnya. Peradah Indonesia, Jaya…!!!

(Artikel ditulis oleh DPP Peradah Indonesia Provinsi Bali)

[telah dibaca 338 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *