ROAD SHOW KONSOLIDASI INTERNAL DPN PERADAH

ROAD SHOW KONSOLIDASI INTERNAL DPN PERADAH

Spirit DPN Peradah Indonesia dalam membangun komunikasi yang baik dengan tokoh-tokoh umat yang berperan penting dalam perjalanan Peradah Indonesia terus dilakukan oleh jajaran pengurus DPN Peradah Indonesia.dalam rangka penguatan konsulidasi internal Peradah dan juga umat Hindu secara umum.
Jumat 17 Juni 2016, giliran DPN Peradah Indonesia mengunjungi kediaman Bapak Inspektur Jendral Polisi (Purn) Drs I Gusti Made Putera Astaman di Jagakarsa Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut di komandoi langsung oleh Ketua Umum Peradah Indonesia D. Sures Kumar, S.Ag., M.Si dan dikawal oleh Wasekjed DPN I Nengah Suarsana, SE serta Ketua Dep. Hukum dan Ham I Kadek Adiawan, S.Si., M.Si dan juga turut hadir Presidium KMHDI I Putu Surya Adnyana beserta Sekretaris Umum KMHDI I Putu Wiratnyana.
Bapak Putera Astaman merupakan kakak kandung dari Ketua Umum Peradah Indonesia yang pertama yaitu I Gusti Ketut Gede Suena. Beliau merupakan salah satu penggagas atau inisiator terbentuknya Peradah Indonesia, dan sangat konsen mengamati perkembangan Peradah hingga saat ini.Peran dari Pak Putera Astaman yang memiliki latar belakang Kepolisian sangat berpengaruh dalam perjalanan Peradah Indonesia pada awal-awal terbentuknya Peradah agar tetep eksis sampai sekarang. Beliau mampu mengamankan gejolak perpecahan yang terjadi di internal organisasi Pemuda Hindu antara Peradah dengan PHI. Jabatan terakhir Putera Astaman adalah sebagai Deputi Kapolri Bidang Operasi tahun 1991-1993 yang pada waktu itu jabatan tersebut merupakan orang nomor dua di Mabes Polri. Selain itu, Beliau juga aktif bergerak dibidang organisasi kemasyarakatan seperti ketua KONI Pusat selama dua periode, dan Ketua Umum Pebabri.
Setelah sekilas Bliau menceritakan pengalamannya, Pak Putera Astaman mulai memberikan arahan dan masukan terhadap kepengurusan DPN Peradah Indonesia 2015-2018. Sebagai pemuda harus memiliki program pembinaan-pembinaan yang sifatnya strategis dengan tujuan jangka panjang. Membuat Grand design dan Grand strategi untuk mencapai umat hindu yang mampu memimpin kemasyarakatan secara umum tidak hanya menjadi pemimpin dalam umat saja.
Pak Putera Astaman mengilustrasikan 50 tahun yang lalu umat kita minoritas, sekarang minoritas dan 50 tahun yang akan datang sepertinya masih minoritas juga akan tetapi kita tidak boleh pesimis dengan hal itu, kita harus maju dengan terobosan-terobosan. Untuk membuat terobosan tersebut pertama kuncinya adalah leadership dan manajemen yang kuat. Oleh sebab itu Peradah harus konsen dalam dua hal tersebut.”ucapnya”
Yang kedua adalah militansi, peradah harus mampu membentuk militansi pemuda hindu yang kuat. Pemuda hindu harus ulet, tangguh sehingga mampu bersaing dengan umat lain yang memiliki militansi yang tidak diragukan lagi. Untuk membentuk militansi tentu harus dibuat program-program yang khusus menggembleng kedisiplinan dan keuletan tersebut sehingga terbentuk militansi yang kuat.

Mengenai program pembentukan militansi, Pak Putera Astaman menyarankan Peradah untuk melakukan Pembinaan ke daerah-daerah untuk meningkatkan kualitas pemuda-pemuda yang ada didaerah. Beliau mencontohkan pemuda yang tidak bisa melanjutkan sekolah juga harus memiliki militansi oleh sebab itu Peradah harus hadir.
Harapan dari Pak Putera Astaman adalah pemuda hindu kedepan memiliki disiplin yang tinggi, memiliki keuletan dan ketekunan, memiliki leadership serta manajemen yang kuat. Dengan demikian maka umat hindu akan menonjol serta mampu memimpin organisasi kemasyarkatan secara umum.
Yang terakhir Pak Putera Astaman mengharapkan Peradah mampu mandiri dalam segala hal, termsuk dalam hal mendanai organisasi, beliau menyarankan membentuk Departemen yang khusus untuk mencari pendanaan.
Menyambut baik arahan, saran dan harapan Pak Putera Astaman, Ketua Umum Peradah Indonesia D. Sures Kumar mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya serta menyempaikan siap menjalankan organisasi Peradah seperti harapan Beliau yang memang sesuai dengan spirit organisasi. Ketum juga menyampaikan dalam hal penggemblengan militansi, leadership serta manajemen yang kuat sebelum melaksanakan program kerja Pakemnas di Bali maret 2017 tahun depan akan mendorong dareh-daerah untuk melaksanakan Pakemda. Sehingga diharapkan akan muncul leader-leader didaerah sebagai semngat membangun pemuda hindu yang memiliki militansi yang kuat serta mampu bersaing dengan umat lain.
Dalam hal pendanaan, Ketum juga menyampaikan bahwa dalam kepengurusan DPN Peradah sudah ada Departemen yang khusus untuk pencarian dana yaitu Departemen Kewirausahaan. Ketum menambahkan fokus Peradah Indonesia adalah kepemimpinan dan kewirausahaan sesuai dengan hasil Mahasabha.
Setelah berdiskusi, sharing dan makan siang bersama, Pak Putra Astaman menyampaikan pemikirannya tentang konsep Ekonomi Kerakyatan yang berbasis BUMDA dan BUMDES. Beberapa komoditi strategis yang sangat penting di negara ini menurut Beliau adalah,
1. Tanah dan tata ruang, dimana letak industri, pendidikan, kawasan suci dan lain sebagainya.
2. Air. Air begitu banyak manfaatnya tidak ada air manusia tidak mampu berbuat apa-apa, misalnya untuk minum, mandi, juga untuk persawahan.
3. Transportasi, kemana-mana kita memakai transportasi baik didarat, laut maupun udara.
4. Energi. Energi merupakan hal yang sangat penting seperti listrik dan BBM.

Melihat energi merupakan komoditi yang sangat penting maka Beliau menggagas Gerakan Nasional Indonesia Negeri 50.000 PLTS BUMDES. Ini kan menjadi pemasukan buat desa sehingga semangatnya adalah membangun desa, selain itu Pak Putra Astaman menambahkan ketika listrik melimpah maka perekonomian masyarakat akan menggeliat karna memanfaatkan listrik tersebut sebagai kegiatan ekonominya. Kedepan diharapkan Peradah dapat bergabung untuk mensukseskan semangat ekonomi kerakyatan tersebut.

Sebelum pertemuan berakhir Pak Putera Astaman mengajak keliling kebun dan melihat balai pelatihan yang Beliau miliki yang sebelumnya digunakan untuk pelatihan Satpam. Beliau meminta Peradah mampu memanfaatkan Balai pelatihan tersebut yang sudah lengkap dengan barak kapasitas kurang lebih 80 orang serta dilengkapi dengan Aula terbuka.

Akhirnya pertemuan ditutup dengan foto bersama sambil berpesan harus menjaga pola hidup sehat sebagai kunci untuk tetap semangat dalam menjalankan aktifitas dan kreatifitas sehari-hari. Peradah Indonesia, Jaya…!!!

(Artikel ditulis oleh Kadek Adiawan. S.Si, MIP, Ketua Hukum dan HAM DPN Peradah Indonesia)
[telah dibaca 346 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *