Aksi Solidaritas Kekerasan Seksual Pada Perempuan Dan Anak

kalteng4

PALANGKA RAYA – Kekerasan seksual pada perempuan dan anak yang hingga kini makin marak terjadi di setiap ruang kehidupan di Indonesia, mengundang rasa empati dari Pemuda Hindu dan organisasi kemasyarakatan di Palangka Raya Kalimantan Tengah. Sabtu (4/6/2016) mulai sejak pukul 15.00 WIB, di Tugu Ir. Soekarno jalan S. Parman Palangka Raya, PERADAH Kalimantan Tengah dan beberapa organiasai seperti JKLPK Kalimantan Tengah-Selatan, PW NASYIATUL AISYIYAH Kalimantan Tengah, LDP, PERUATI, GMKI, GMNI, FMN, FATAYAT NU, Ikatan Mahasiswa Muhamadyah, IPM, dan Pemuda Muhamadyah melakukan aksi solidaritas menolak setiap tindakan kekerasan seksual pada perempuan dan anak. Para peserta aksi yang didominasi oleh kaum hawa tampak membawa atribut organisasi dan tulisan-tulisan yang menyuarakan tentang penolakan terhadap kekerasan pada perempuan.

Dalam aksi yang dihadiri oleh lebih dari ratusan simpatisan tersebut, koordinator lapangan dari JKLPK, Merylin, menyampaikan bahwa segala bentuk kekerasan seksual yang dilakukan terhadap perempuan dan anak tidak boleh dibiarkan dan pelakunya harus dihukum berat, Pemerintah dengan didukung oleh seluruh elemen masyarakat bertanggung jawab untuk melakukan tindakan preventif terhadap ancaman kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama koordinator aksi dari Peradah yang merupakan Ketua DPK Peradah Kota Palangka Raya, Apri Ana Krista, dalam orasinya menekankan bahwa saat ini bangsa Indonesia masih belum sepenuhnya menjadi tempat yang aman bagi perempuan, di negeri ini perempuan dan anak belum terbebas dari ancaman predator seksual, setiap perempuan bisa saja menjadi korban. Oleh sebab itu, tiada lain yang mesti bertanggung jawab untuk melindungi perempuan adalah pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia. Pendidikan karakter menjadi penting untuk menanamkan nilai-nilai kemanusian dan kesusilaan sejak dini dalam rangka revolusi mental anak bangsa. Penegak hukum harus segera menghukum seberat-beratnya predator perempuan agar menimbulkan efek jera bagi pelaku di kemudian hari.

Setelah semua selesai berorasi, aksi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi dari beberapa perwakilan organisasi, puisi yang disampaikan menyiratkan keprihatinan dan rasa empati atas kekerasan terhadap perempuan yang kini marak terjadi.
Pada saat yang bersamaan beberapa kader DPK Peradah Kota Palangka Raya dan DPP Peradah Kalimantan Tengah melakukan aksi teatrikal yang mendeskripsikan tindakan kekerasan seksual terhadap perempuan. Hal ini dimaksud bisa mengedukasi masyarakat agar lebih aware terhadap keadaan sekitar sehingga tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak akan terulang lagi.

Sebagai wujud nyata dari aksi tersebut, pimpinan organisasi yang bergabung dalam aksi ini melakuan penandatangan petisi yang akan disampaikan kepada Pemerintah. Rangkaian aksi kemudian ditutup dengan menyalan lilin dan doa bersama. Peradah Indonesia, Jaya…!!!
(Handi Wijaya-DPP Peradah Kalteng)

[telah dibaca 364 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *