Diskusi Publik Temu Kebangsaan

IMG_1917

Salah satu aktivitas eksternal DPN Peradah Indonesia yang selalu dijaga adalah kegiatan-kegiatan bersama dalam Temu Kebangsaaan. Sebuah kegiatan yang menyatukan seluruh agama, aliran kepercayaan dan organisasi kepemudaan lainnya di Indonesia. Menguatkan toleransi atas segala perbedaan yang ada adalah pondasi dasar yang harus dimiliki dalam Temu Kebangsaan ini. Salah satu kegiatannya adalah diskusi public yang dilakukan pada, Selasa, 3 Mei 2016 di Wahid Institute. Sebagai tema dalam diskusi tersebut adalah “Menjawab Tantangan MEA”, sebagai sebuah realitas yang harus disikapi bersama dalam setiap kompetisi yang baru yang akan dihadapi pada era MEA ini. Dalam diskusi public tersebut dihadiri oleh 100 peserta terdiri dari Komisi Kepemudaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Jaringan GUSDURian, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), Biro Pemuda dan Remaja Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), dan tentu saja dari Dewan Pengurus Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (DPN PERADAH). Bahkan sebuah kebanggaan untuk DPN Peradah Indonesia adalah pada acara tersebut, sebagai moderator yang memandu jalannya acara diskusi public adalah Yan Mitha Dyaksana, A.Md.T, S.Kom., M.Kom yang merupakah salah satu team di Departemen Informasi dan Komunikasi DPN Peradah Indonesia.

Adapun sebagai pembicara pada acara diskusi public tersebut adalah Jimmy Ph Paat (Pengamat Pendidikan) serta Doni Koesoema A (Pendiri Pendidikan Karakter Education Consulting). Dimana kedua narasumber tersebut telah mengupas tuntas strategi-strategi yang berkaitan dengan hal-hal yang harus dipersipkan dalam menjawab tantangan MEA ini. Adapun hasil yang telah dihasilkan dalam diskusi public tersebut adalah pentingnya untuk kita Belajar Kritis dan semakin peka dengan ketidakadilan atau hal-hal yang seharusnya dilakukan, pentingnya perbaikan sistem pendidikan Indonesia yang sudah seharusnya dimulai dari keluarga sebagai pondasi awal tumbuh kembangnya karakter anak bangsa, dan juga pentingnya merubah sistem pendidikan di Indonesia dikarenakan Pendidikan saat ini masih bermuara pada menjawab deretan soal untuk mendapatkan nilai berupa angka-angka sebagai hasil akhir, sementara pertumbuhan karakter yang sesungguhnya justru tidak tercapai secara nyata. Peradah Indonesia, Jaya…!!!

[telah dibaca 350 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *