RAKERDA IV DPP PERADAH INDONESIA KALIMANTAN TENGAH DI ECOVILLAGE

1

Figure 1. Foto bersama DPP Peradah Indonesia Kalteng dengan Pembimas Hindu Kalteng

Di pagi hari yang tampak cerah itu, Kamis 5 Mei 2016, aspal di jalanan masih basah karena sisa air hujan yang mengguyur kota Palangka Raya pada malam harinya masih belum sepenuhnya mengering, bahkan di beberapa ruas jalan masih terdapat genangan air, sementara mentari tampak masih sungkan menampakkan sinarnya. Kamis manis Kamis ceria demikian kami di kalangan mahasiswa sering menggambarkannya. Hari itu memang bertepatan dengan hari libur nasional, namun bagi penulis hari itu bukanlah hari libur karena hari-hari begini biasanya diisi dengan kegiatan internal maupun eksternal kampus, seperti halnya hari itu penulis menjadi peserta Rapat Kerja IV DPP Peradah Indonesia Kalimantan Tengah.

Kegiatan Rakerda IV DPP Peradah Indonesia dilaksanakan di eco village yang berada sekitar kurang lebih 35 km dari pusat Kota Palangka Raya. Eco village sebenarnya adalah sebuah tempat yang menyediakan villa bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana tenang, jauh dari kebisingan, teduh, sejuk, karena lokasinya berada di dekat hutan. Deretan villa yang berbentuk rumah panggung itu memiliki teras cukup luas yang menghubungkan antara villa yang satu dengan yang lainnya. Teras villa yang luas ini lah yang dijadikan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, meskipun disediakan ruang meeting, tetapi panitia dan peserta memilih untuk melaksanakan kegiatan di teras villa karena dianggap lebih nyaman dan terbuka.

Karena jarak lokasi yang lumayan jauh dari pusat kota, panitia menyediakan angkutan berupa Bus dan beberapa buah mobil. Peserta yang awalnya terdaftar sekitar 85 orang, akhirnya hanya kurang lebih 60 orang yang bisa ikut, diantaranya terdiri dari pengurus DPP Peradah Kalimantan Tengah, DPK Barito Timur, DPK Palangka Raya, dan beberapa anggota baru Peradah.

Hari masih pagi, ketika semua peserta telah siap dan berkumpul di halaman kampus STAHN-TP Palangka Raya, maka rombongan pun berangkat menuju lokasi kegiatan. Meski pun perjalanannya sangat singkat karena memang di daerah ini bebas dari kata macet seperti yang terjadi di kota-kota besar lainnya, namun perjalanan tetap terasa sangat mengasyikan karena perjalanan itu diwarnai dengan gelak tawa dan canda peserta yang berada dalam bus. Sebagian besar peserta memang belum pernah mengunjungi lokasi tersebut, termasuk penulis, sehingga semua menjadi penasaran mengapa panitia memilih lokasi tersebut bukan di tempat lain di dalam kota. Rasa penasaran dan tidak sabar pun terpendam dalam benak kami masing-masing, apalagi ketika rombongan semakin mendekati lokasi eco village.

Rombongan pun tiba di lokasi. Rasa penasaran kami sebagiannya terbayarkan dengan sajian alam  yang asri, udara yang sejuk, bangunan villa yang terbuat dari kayu dan berbentuk menyerupai rumah-rumah pedesaan di kalimantan, serta  rerimbunan pohon-pohon membuat tempat tersebut teduh. Sekilas, di sela-sela keriuahan peserta yang pada sibuk selfie, masih terdengar suara kicauan burung.

Setelah seluruh rombongan peserta tiba, kami diberi waktu 15 menit untuk membuat persiapan. Acara pembukaan pun dimulai dengan dipandu oleh pembawa acara Ni Nyoman Srikandi yang merupakan Bendahara DPP Peradah Indonesia Kaliamnatan Tengah. Sambutan-sambutan dimulai dari Ketua Panitia Yuliansyah, kemudian oleh Ketua DPP Peradah Indonesia Kalimantan Tengah Sastriadi, Pembimas Hindu dari Kanwil Kemenag RI Provinsi Kalimantan Tengah Ibu Dra. Sisto Hartati, M.Si. yang juga merupakan salah satu alumni Peradah pada era 1990an.

Ketua Panitia, Yuliansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada awalnya Rakerda ini hanya akan dilaksanakan secara sederhana dengan hanya mengundang pengurus saja, namun ternyata setelah diumumkan di grup What’s App ternyata banyak anggota Peradah yang ingin berpartisipasi, panitia pun tidak mampu menolak dan dalam waktu yang relatif mepet harus bekerja untuk mengubah rencana dan mengatur strategi agar kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses. “Kegiatan ini terdiri dari 4 agenda, yaitu Penyusunan Program Kerja, Pengenalan Peradah kepada anggota baru, Pelantikan Pengurus DPK Palangka Raya, dan yang terakhir adalah games”, demikian dia menjelaskan.

Seirama dengan Yuliansyah, Ketua DPP Peradah Indonesia Kalimantan Tengah Sastriadi menegaskan bahwa jauh-jauh hari mengingatkan panitia agar konsep kegiatan yang dilaksanakan harus menyenangkan, substansi kegiatan dapat, having fun-nya juga dapat. Berkenaan dengan program kerja yang akan dibuat, ketua berpesan bahwa program kerja yang disusun mesti realistis, memungkinkan untuk dilaksanakan, tidak muluk-muluk, menyentuh langsung kepentingan pemuda, terlebih mesti bersinergi dengan AD/ART dan program kerja DPN. “Program kerja itu mesti realistis, sesuai kemampuan, berada dalam jangkauan kapasitas pengurus, dan sebisa mungkin dapat dirasakan oleh orang banyak manfaatnya” demikian ungkapnya.

Sementara itu Ibu Sisto Hartati yang juga diminta untuk membuka secara resmi kegiatan itu, menyampaikan apresiasi kepada Peradah Kalimantan Tengah yang selama ini aktif dalam aktivitas kepemudaan di Kalimantan Tengah. Berkenaan dengan kegiatan Rakerda ini, secara khusus beliau menilai bahwa kegiatan di tempat terbuka seperti ini sangat  kreatif, positif, bermanfaat, menyenangkan dan membangun solidaritas sesama pemuda sedharma karena para peserta dapat langsung berintrekasi. Beliau juga mendorong pemuda Hindu untuk lebih banyak berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan bangsa sesuai dengan kemampuannya, dalam akhir sambutan beliau pun mengatakan siap mendukung program-program Peradah. Setelah selesai menyampaikan sambutan, acara pun secara resmi dibuka oleh beliau dengan menekan tombol sirene pada TOA yang telah disediakan oleh panitia.

Setelah acara pembukaan, panitia mengarahkan seluruh peserta untuk menikmati sajian coffe break selama kurang lebih 15 menit. Sembari mengantri, penulis dan peserta lainnya tidak lupa untuk mengabadikan moment kami di tempat tersebut dengan mengambil foto bersama, sementara para peserta lainnya terus secara bergantian mengambil kue dan minuman hangat yang telah disediakan.  Kami pun kemudian mengambil kue dan teh hangat yang telah disediakan. Menikmati teh hangat sambil duduk di bangku di atas jembatan kayu yang di bawahnya terdapat sungai kecil, sangat menyenangkan.

Selang 15 menit kemudian sirene pemanggilan peserta dibunyikan oleh panitia, kami pun segera bergegas. Kegiatan dibagi dalam 2 kelompok di 2 tempat yang berbeda, kelompok pertama yang terdiri dari pengurus DPP dan DPK menyusun Program Kerja, dan kelompok yang kedua yang terdiri anggota baru mendapat materi pengenalan organisasi dari Ketua DPP dan Ibu Pembimas. Ada beberapa point penting program kerja yang dihasilkan, diantaranya adalah pembuatan majalah untuk umat, mengupayakan pengadaan sekretariat yang representatif, membuat lembaga usaha untuk pengurus, dan melakukan kegiatan-kegiatan kerohanian, serta kegiatan pendidikan atau pelatihan. Kemudian forum Rakerda juga mengajukan rekomendasi kepada DPN agar segera membuat buku panduan rekruitmen anggota baru Peradah dan buku petunjuk tentang tata naskah administrasi Peradah. Pembahasan program kerja akhirnya tuntas, dan ketika mendekati waktu jam makan siang program kerja ditetapkan. Seluruh peserta kemudian dipersilahkan untuk istirahat dan makan siang. Di bawah pohon yang rindang di halaman villa telah tersedia makanan dan minuman, para peserta pun langsung turun dari teras tempat kegiatan rakerda untuk bersantap siang.

Setelah makan siang selesai, agenda berikutnya adalah pelantikan Pengurus DPK Peradah Indonesia Palangka Raya. Di tengah lapangan di areal eco village ketua didampingi pengurus DPP yang hadir bersiap-siap melantik pengurus DPK Palangka Raya. Pelantikan pun dilaksanakan dengan sederhana di lapangan terbuka, namun dilaksanakan dengan penuh khidmat oleh peserta. Sebanyak 32 orang pengurus yang dilantik, diantaranya Apri Ana Krista sebagai ketua, Yusnawati sebagai sekretaris, dan Neniwatie sebagai bendahara. Pemasangan baju dan pin Peradah juga dilakukan oleh ketua DPP terhadap pengurus baru.

Hari mulai beranjak sore, teriknya yang menembus celah pepohonan semakin lama semakin terasa, wajah lelah peserta mulai kelihatan. Pembawa bendera melangkah ke depan,  disampingnya ketua DPP mengarahkan peserta pelantikan secara bergantian maju ke depan untuk melakukan penghormatan kepada bendera merah putih dan bendera Peradah Indonesia.

Di akhir acara pelantikan, ketua DPP kembali berpesan kepada pengurus yang baru dilantik untuk selalu berkomitmen terhadap visi misi Peradah, aktif dalam kegiatan organisasi, menjalin interaksi dan membangun solidaritas sesama pemuda Hindu, agar tugas  pokok Peradah  Indonesia  untuk mencetak  kader  pemimpin berkualitas sebagai wujud pelaksanaan dharma agama dan dharma negara dapat terealisasi.

2

Figure 2. Pengurus DPK Peradah Palangka Raya (Ki-ka) Neniwatie (Bendahara), Apri Ana Krista (Ketua), Yusnawatie (Sekretaris).

Acara pelantikan selesai. Saat-saat yang ditunggu pun tiba, yaitu games. Games sengaja dibuat untuk membangun interaksi antar peserta maupun pengurus. Memasuki games yang dipandu oleh Bripda Kresna Tampung acara pun semakin ramai suasana boring pun hilang, para peserta yang awalnya malu-malu mulai aktif ikut dalam kegiatan games. Peserta games pertama dibagi dalam kelompok yang masing-masing berjumlah 3 atau 4 orang. Masing-masing peserta dalam kelompoknya diminta untuk memegang kedua ujung tali yang dipegang oleh pemandu game, ketika semua sudah siap maka pemandu pun melepaskan tali tersebut. Usai permainan, pemandu menjelaskan dan memberi motivasi  bahwa games tersebut merupakan deskripsi kehidupan manusia sehari-hari. Hampir semua orang mengalami masalah, namun yang paling penting adalah bukan pada sulit atau mudahnya masalah tersebut, namun lebih kepada bagaimana kita bersikap menghadapi masalah yang ada dalam kehidupan ini.

Permainan terus berlanjut. Tidak tampak lagi kelelahan, malah keceriaan semakin nampak di wajah para peserta. Game kedua ini membuat semua peserta tertegun dan berteriak melihat plastik hitam yang dikeluarkan oleh Bripda Kresna Tampung ternyata tepung. Sebagai kelompok yang dipilih untuk pertama bermain, kami pun langsung memilih lawan kami yang akan bermain dengan kelompok kami. Permainan memindahan tepung dengan mangkok yang kecil melewati atas kepala dan kelompok siapa yang mengumpulkan tepung terbanyak maka kelompok tersebut yang akan menang, terdengar enteng tapi games yang satu ini membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian peserta, karena baju yang kami gunakan harus direlakan terkena tepung yang jatuh ketika dipindahkan dari mangkok yang satu ke mangkok yang lain. Pun, akhirnya tidak satu peserta pun yang terbebas dari tumpahan tepung.

3

Figure 3. Febry Selviodeta Pengurus DPP juga ikut bermain games.

Beruntunglah kelompok kami mengumpulkan lebih banyak tepung dibandingkan kelompok lainnya. Selesai permainan, pemandu kembali menjelaskan bahwa bahwa dalam suatu kelompok kita harus saling bekerja sama, sabar dan tidak boleh egois. Sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang kita inginkan. Permainan-permainan berikutnya terus berlanjut, panitia silih berganti menjadi pemandu, hingga akhirnya semua permainan pun selesai. Para pemenang permainan diberikan hadiah oleh panitia.

Setelah penyerahan hadiah, Ketua DPP menutup kegiatan secara resmi, atas nama DPP Peradah Kalimantan Tengah ketua mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan rakerda ini, karena atas kerja keras dan partisipasinya kegitanan dapat berlangsung secara aman, terkendali, serta menyenangkan.

4

Figure 4. Suasana ceria setelah bermain games.

Seluruh peserta kemudian berkumpul kembali untuk melakukan foto bersama sebelum pergi meninggalkan lokasi kegiatan. Rombongan pun beranjak pergi. Dalam perjalan pulang penulis setuju dengan pendapat para peserta lainnya, bahwa gagasan panitia untuk melaksanakan kegiatan dengan konsep demikian di tempat ini sangat cerdas, cerdas, dan cerdas. Bagaimana tidak cerdas, kami para mahasiswa-mahasiswi ini sejak bangun pagi, mandi, lalu sarapan kalau sempat, lalu masuk kuliah berjam-jam, istrahat sebentar makan siang kuliah lagi, teori lagi, dan tugas lagi, nah sekarang kami diajak untuk berpikir bersama menyusun program kerja tapi dilakukan dalam suasana yang santay dan ruang terbuka, tidak tegang, bisa saling tukar pendapat, serta mendapatkan banyak teman baru. Kegiatan ini menyenangkan, sungguh menyenangkan. Dan sebagai orang baru di Peradah, penulis merasa bangga menjadi bagian dari Peradah Indonesia, organisasi di mana penulis bisa belajar banyak hal, berbuat untuk sesama, berkreasi, dan berbagi pengetahuan antar sesama pemuda sedharma dari seluruh Indonesia. Semoga dengan kegiatan ini fungsi Peradah sebagai wadah beraksi bagi Pemuda Hindu dapat terwujud. Peradah Jaya, Pemuda Hindu Maju…. (Apri Ana Krista-Ketua DPK Peradah Palangka Raya) Peradah Indonesia, Jaya…!!!
[telah dibaca 410 kali]

One thought on “RAKERDA IV DPP PERADAH INDONESIA KALIMANTAN TENGAH DI ECOVILLAGE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *