“Simposium Ekonomi Nasional Peradah Indonesia”

simposium2

Symposium Ekonomi Nasional dengan tema “Sinergi Pemuda dan Koperasi dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN”, dilaksanakan di Aula Museum Benteng Vredeburg pada tanggal 25 Maret 2016 sebagai rangkaian pelaksanaan RAKERNAS X Peradah Indonesia. Dalam symposium tersebut sepenuhnya dipandu oleh Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari, S.IP, M.Si (Ketua Departemen INFOKOM DPN Peradah Indonesia) sebagai moderator serta menghadirkan 3 orang narasumber yang berkompeten sesuai dengan keahliannya, yaitu Drs. Muh Taufik, M.Hum, Dr. Henny Gusfa, M.Si, I Made Andi Arsana, PhD Dalam pemaparannya, Drs. Muhammad Taufik, M.Hum (Kepala Seksi Bidang Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta), yang menekankan tentang kesiapan budaya Yogyakarta dalam menghadapi MEA, salah satu aspeknya ialah melakukan promosi pariwisata yang masih perlu diperkuat lagi. Karena, Indonesia sangat unggul dalam bidang wisata, yaitu wisata alam, budaya, benda cagar budaya yang sudah sangat digemari oleh wisatawan manca Negara. Sehingga perlu adanya penguatan nilai-nilai terhadap alam dan kekayaan budaya Indonesia.
Narasumber kedua yaitu Dr. Henni Gusfa, M.Si (Sekprodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta). Dalam pemaparannya beliau menyampaikan tentang Marketing Communication dan teknik-teknik digital marketing dalam menghadapi MEA. Dalam menghadapi arus Pasar Bebas Asia, komunikasi penting dilakukan karena komunikasi merupakan aspek terpenting dalam suatu interaksi serta membangun kualitas diri. Tanpa adanya suatu komunikasi maka interaksi tidak akan berjalan dengan baik. Sehingga dalam menghadapi MEA sangat dibutuhkan skill dalam berkomunikasi serta bersahabat dengan digital marketing untuk mempromosikan apa yang kita miliki, sebagai generasi muda sebaiknya menguasai salah satu bahasa internasional, contohnya Bahasa Inggris.
Narasumber ketiga yaitu I Made Andi Arsana, P.hD (Direktur Kantor Urusan Internasional UGM dan Dosen Jurusan Teknik Geodesi UGM). Dalam materinya, beliau menyampaikan tentang kekuatan Maritim dalam Menghadapi MEA. Isu perbatasan dan maritim memang saat ini menjadi tranding topic yang wajib dilirik dalam menghadapi MEA. Terutama di Indonesia, kedaulatan laut Indonesia masih banyak yang mengalami sengketa, misalnya Kedaulatan di Natuna, Ambalat, dll. Serta masih maraknya kapal asing yang masih melanggar garis pantai Indonesia. Sehingga kedaulatan Laut Indonesia perlu ditegaskan kembali. Hal tersebut dikarenakan berhubungan dengan kekayaan yang berada di laut Indonesia. Sehingga penegasan garis batas masih menjadi isu yang penting dan wajib dicarikan solusinya agar kedautan laut Indonesia dengan Negara tetangga aman, damai, dan tentram. Peradah Indonesia, Jaya…!!!
[telah dibaca 311 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *