Peradah Bali Tolak Pariwisata Syariah

tolak syariah2

DENPASAR, POS BALI – Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah ) Provinsi Bali dengan tegas menolak konsep pariwisata Islami yang berbasis syariah. Hal ini dinilai tidak sejalan dengan karakter pariwisata Bali yang dijunjung selama ini. Selain berdampak pada adat dan budaya, dalam jangka panjang juga dinilai merugikan Pulau Dewata.

“Meski baru sebatas isu, kami (Peradah Bali, red) tegas menolak,” kata Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Peradah Bali Ida Ayu Purnamaningsih d isela diskusi terbatas Pra Raker, Minggu (22/11) di Denpasar. Ia menilai, Bali dikenal oleh dunia atau wisatawan tak lain karena keunikan dan kekhasan yang tak dimiliki oleh daerah lainnya. Kombinasi adat dan budaya telah menjadi sentuhan pariwisata yang otentik dimiliki oleh Bali.

Jika hal itu dirombak atau dimasukan konsep pariwisata baru, dikhawatirkan akan merubah tatanan. “Hal ini tidak kita inginkan. Bakal rancu jadinya. Apalagi rohnya sudah berbeda,” tegasnya. Meski demikian, ia mengakui bukan berarti anti terhadap agama tertentu. Namun seharusnya bisa menyesuaikan dengan lokalitas yang sudah eksis lama di Bali. Jika hal ini dipaksakan, antraksi pariwisata dinilai tak menarik lagi disamping akan memicu resistensi dikalangan masyarakat.

Pada Pra Rakerda DPP Peradah tersebut, pihaknya mendesak agar pemerintah memberikan perlindungan terhadap pariwisata Bali. Ia menilai regulasi urgen dibentuk oleh jajaran legislatif dan eksekutif. “Ini untuk melindungi Bali ke depan,” pintanya.

Sebelumnya, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Bali menawarkan konsep pariwisata bernafas syariah untuk menggeliatkan antraksi pariwisata di Bali. Mereka menilai konsep ini menjadi tren didunia yang bisa dikembangkan baik d8 bidang perhotelan, kesehatan, makanan, tempat hiburan, hingga fashion. Meski demikian dari kalangan dan praktisi pariwisata menolaknya
[telah dibaca 402 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *