Saat Keberagaman Jadi Kunci Persatuan

malam apresiasi budaya peradah

Dengan alunan musik Bali, empat orang wanita berlenggak-lenggok di atas panggung. Menggunakan hiasan bulu di kepala, para wanita itu menarikan tari Cendrawasih, sebuah tarian asal Bali yang mempresentasikan ritual perkawinan di tanah para dewa.

Tarian itu merupakan satu dari empat tari lainnya yang diperagakan anggota Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) dalam Malam Apresiasi HUT 31 Peradah. Selain tari dari Bali, ditampilkan pula tarian tradisional dari belahan Indonesia lainnya, yakni Lampung, Jakarta, dan Papua.

Bukannya tanpa alasan, tari-tarian tersebut ditampilkan untuk merepresentasikan tema tahun ke-31 Peradah, yakni toleransi dalam keberagaman.

“Ini untuk memperlihatkan bahwa umat Hindu tidak hanya ada di Bali, tapi beragam dari seluruh Indonesia,” ungkap Ketua Umum Peradah Wayan Sudane, Sabtu (4/4/2015).

Dalam acara yang dilangsungkan di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta tersebut, turut hadir pula Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang sangat mengapresiasi tema tersebut.

Menurut Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, sudah seharusnya masyarakat Indonesia mengesampingkan perbedaan suku, ras, maupun agama dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, katanya, perbedaan merupakan kunci kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Keberagaman merupakan warisan dari para pendiri bangsa. Sehingga sudah seharusnya kita terus berusaha mempekokoh persatuan dan persaudaraan kita,” ungkap Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di depan 200 undangan malam itu, yang terdiri dari anggota Peradi, mahasiswa Hindu se-Jabodetabek, dan organisasi Hindu.

Menurut Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, setelah hampir 70 tahun merdeka, seharusnya perbedaan-perbedaan seperti itu tidak lagi dipermasalahkan. Karena dewasa ini, permasalahan yang bangsa Indonesia hadapi jauh lebih besar dari pada itu, misalnya bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Banyak negara miskin yang jadi negara maju karena sumber daya manusianya berkualitas. Sebalinya banyak juga negara kaya yang jadi terbelakang karena sumber daya manusia yang tidak berkualitas. Tantangannya sekarang, bagaimana memajukan Indonesia dengan sumber daya alam yang kaya dan sumber daya manusia yang berkualitas,” jelas Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang malam itu mengenakan busana batik bernuansa merah-cokelat.

Dalam perayaan hari jadi organisasi yang berdiri sejak 1984 itu, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan berpesan agar Peradi terus ambil bagian dalam kemajuan Indonesia. Apalagi mengingat tahun ini Peradi fokus pada kepemimpinan dan kewirausahaan.

“Lanjutkan pengabidaan saudara untuk indonesia. Sehingga setiap lapis masyarakat bisa saling bergotong royong demi Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan bermatabat,” tutup Ketua MPRI RI Zulkifli Hasan yang diamini para undangan malam itu.

Sumber: http://lipsus.kompas.com/mpr
[telah dibaca 476 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *