Mentari Pagi Bromo, Pesona Tengger

Mentari Pagi Bromo, Pesona Tengger

WAKTU baru menunjukkan pukul 03.00 ketika deru kendaraan berpenggerak empat roda (four wheel drive) terdengar menyusuri lautan pasir Gunung Bromo di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (11/8/2014). Suhu udara yang dingin tak menghentikan putaran roda kekar tersebut menembus pekatnya kabut.

Karena telah mengenal medan sekitarnya, pengemudi mobil itu dengan percaya diri membawa wisatawan mengarah ke Penanjakan I di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Penanjakan I merupakan titik pertama untuk menikmati kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dari titik berketinggian 2.770 meter di atas permukaan laut ini, wisatawan akan mengintip matahari terbit.

Kemacetan beberapa kali terjadi saat puluhan mobil bergantian merayap di jalur terjal menanjak. Wisatawan yang ingin melihat matahari di ufuk timur yang memesona sebenarnya memiliki dua pilihan lokasi. Selain dari Penanjakan I, mereka juga bisa melihat dari Penanjakan II yang berada di Kecamatan Sukapura.

Setelah satu jam perjalanan, akhirnya sampai pula mereka di Tosari. Sembari menunggu matahari terbangun, wisatawan bisa menghangatkan badan dengan menikmati makanan dan minuman panas yang dijajakan oleh warga. Wisatawan yang masih kedinginan bisa mengenakan selimut yang banyak disewakan.

Perjalanan berat pagi itu rupanya belum berbuah keberuntungan. Awan tebal menjadi penghalang. Matahari yang biasanya terbit pukul 05.00-05.30 belum juga terlihat. Sekitar pukul 06.00, matahari baru menyembul dari awan dengan garis merah kekuningan di batas cakrawala. Wisatawan pun bersorak. Mereka mengabadikan momen itu dengan beragam kamera. Sebagian lainnya memilih berfoto diri (selfie)

 

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2014/09/07/134500327/Mentari.Pagi.Bromo.Pesona.Tengger

 
[telah dibaca 411 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *