Dirgahayu 69 tahun Republik Indonesia

HUT RI 69

WAYAN Sudane | 17 Agustus 2014, bangsa Indonesia genap berusia 69 tahun sejak proklamasi pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarno – Hatta. Momentum kemerdekaan ini merupakan jembatan emas bagi generasi bangsa untuk melakukan pembangunan bangsa di segala sektor kehidupan. 69 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia adalah suatu kebanggaan bagi generasi hari ini, untuk merajut kemerdekaan sesungguhnya bagi bangsa ini.

Ya, kemerdekaan sesungguhnya. Merdeka dari kemiskinan dan ketertinggalan. Kendati Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)mengklaim berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Selama lima tahun terakhir sejak 2009, jumlah penduduk miskin Indonesia berkurang 4,25 juta, dari 32,53 juta atau 14,15 persen penduduk menjadi 28,28 juta penduduk atau 11,25 persen.

Namun demikian, tetap saja kemiskinan masih ‘menghantui’ pembangunan. Artinya kemerdekaan belum memberikan akses terhadap pembangunan bagi seluruh masyarakat. Pemerataan pembangunan oleh pemerintah belum mampu mendorong daya saing masyarakat khususnya pada tiga sektor utama seperti pendidikan, akses kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi melalui pemerataan infrastruktur.

Inilah tantangan kita pada usia 69 tahun Republik Indonesia. Kita masih terus berjuang untuk mencapai pemerataan kesejahteraan masyarakat. Terlebih Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Desember 2015 mendatang. Perlu upaya kita bersama untuk meningkatkan daya saing tidak saja di Indonesia tapi juga di kawasan regional baik ekonomi, budaya, dan keamanan.

Kemerdekaan yang telah kita lalui 69 tahun tentu saja jembatan emas. Dan hari ini kita telah melalui jembatan tersebut untuk mengisinya dengan berbagai pembangunan sumber daya dengan potensi yang kita miliki. Dirgahayu 69 tahun Republik Indonesia…
[telah dibaca 1759 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *