Diskusi Makna Budaya di Mata Capres

wayan sudane peradah

WAYAN Sudane | Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (DPN Peradah Indonesia) pada 1 Juni, bertepatan dengan perayaan hari kelahiran Pancasila menyelenggarakan diskusi publik dengan tema Makna Budaya di Mata Capres bertempat di Aula Gedung Perwakilan Bali, Cikini, Jakarta Pusat. Diskusi ini merupakan tindak lanjut dari seminar budaya di DI Yogyakarta pada 15 Desember 2013 lalu.

Hadir sebagai narasumber diskusi antara lain Ahmad Reza Patria (Ketua DPP Partai Gerindra), Eva Kusuma Sundari (Tim Jokowi-JK), I.B Rai Dharmawijaya Mantra (Budayawan/ Walikota Denpasar). Hadir juga dalam diskusi tersebut Prof IBG Yudha Triguna yang memberikan pengarahan sebelum acara diskusi dimulai, perwakilan Parisada Pusat, Prajaniti Hindu, Ikatan Cendekiawan Hindu, KMHDI, WHDI dan para tokoh umat Hindu.

Ahmad Reza dan Eva Sundari menekankan dan memaparkan visi dan program masing-masing calon presiden. Kedua kubu pasangan capres dan cawapres tersebut mengklaim sama-sama memiliki visi kebudayaan. Mereka sadar bahwa pembentukan sebuah bangsa tidak lepas dari eksistensi kebudayaan nasional. Eva Sundari menjelaskan bahwa visi kebudayaan telah masuk dalam konsep tri sakti yang merupakan visi pasangan Jokowi-JK. Sedangkan Ahmad Reza juga menyampaikan bahwa partainya juga konsen terhadap budaya yang ditunjukkan setiap acara menampilkan kebudayaan dari setiap daerah.

Sementara IB Rai Dhamawijaya Mantra mengatakan bahwa budaya dapat mengakselerasi pembangunan terutama tingkat indeks pertumbuhan manusia dan ekonomi. Kebudayaan yang baik akan mampu membangun peradaban yang baik pula. “Pada prinsipnya kebudayaan itu sebagai subyek dan obyek dalam pembangunan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, saya menyatakan bahwa Peradah Indonesia merupakan organisasi pemuda yang bersifat independen dan mandiri. Untuk itu dalam kaitannya dengan pemilihan presiden dan wakil presiden, Peradah Indonesia tidak memihak calon manapun. Terkait pilihan diserahkan kepada masing-masing individu sebagai warga negara. #

kika: Wayan Sudane, Eva Sundari, IBG Yudha Triguna, Ahmad Reza Patria, IB Rai Dharmawijaya Mantra


[telah dibaca 517 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *