Dewa Budjana: Anugerah Mpu Peradah

dewa budjana mpu peradah

Selain penghargaan Peradah, pada usianya ke-30 tahun, organisasi kepemudaan yang didirikan 11 Maret 1984 ini juga memberikan Anugerah Mpu Peradah. Untuk tahun 2014, Anugerah Mpu Peradah diberikan kepada I Dewa Gede Budjana, seorang musisi, lebih spesifik, seorang gitaris. Dewa Budjana adalah milik Indonesia, tak hanya umat Hindu. Aktivitas bersama grupnya, GIGI, di setiap bulan Ramadhan, selalu menjadi contoh bagaimana toleransi beragama adalah sesuatu yang dikerjakan, tak hanya didengungkan. Natal pun kini berhias petikan dawai gitarnya, membawakan pesan kasih dan kedamaian

Vokalis grup band Gigi, Armand Maulana, pun harus ‘angkat topi’ pada rasa toleransi beragama yang ditunjukkan gitaris Gigi, Dewa Budjana. Menurut Armand meski tak seagama, Budjana sangat total menyumbang karyanya demi album religi Ramadhan Gigi. Ya, kurang lebih sembilan tahun Gigi selalu menghasilkan karya religi. Setiap bulan Ramadhan, karya Gigi selalu mengalun dan Budjana pun tak pernah absen menyumbang lagu-lagu religi bersama rekan sebandnya.

Sebagai gitaris, Budjana tidak hanya berkarya diatas panggung bersama gitarnya. Ia juga mengaktualisasikannya dalam kehidupan keseharian. Sebut saja konser amal dari Gitaris untuk Indonesia pada pertengahan Februari 2014 lalu, ia menggagas konser amal untuk bencana tersebut.

“Dari gitar kita belajar, satu senar bisa menghasilkan banyak lagu bagus,” imbuh Budjana. “Kita juga belajar, banyak gitar bisa bermain bersama memainkan satu harmoni lagu. Mengapa kehidupan tak dibuat laiknya harmoni gitar itu?” “Harus ada rasa yang tumbuh. Rasa sayang. Sayang pada bangsa dan negara ini,” papar Budjana seperti dirilis Kompas.

Disela-sela kesibukannyabersama Gigi, Budjana jugamenekuni proyek solo-nya denganmenelurkan album Nusa Damaipada awal 1997. Kemudiandilanjutkan juga dengan Gitarku(2000), dan Samsara (2003). Dan pada 2014, Dewa Budjana kembali merilis album solo terbarunya, Surya Namaskar.

Menurut Wayan Sudane Ketua Umum Peradah Indonesia, penghargaan dan Anugerah Mpu Peradah merupakan wujud apresiasi Peradah kepada para pemuda dan masyarakat yang telah memberikan inspirasi melalui kerja nyata bagi masyarakat, dan pengembangan semangat pluralisme di Indonesia. Peradah terus berkomitmen untuk bekerja dalam kebenaran (satyagraha) bersama seluruh komponen bangsa. “Kami berharap, kerja nyata para pemuda menjadi inspirasi dalam membangun bangsa Indonesia yang ber-bhinneka tunggal ika,” paparnya.

Peradah sebagai media aktualisasi diri dan wadah pengemban dharma bhakti generasi muda Hindu terus bersinergi dan merealisasikan program-program yang mendukung kemandirian melalui kewirausahaan sosial. Empat tokoh muda yang diberikan penghargaan Peradah adalah contoh nyata individu yang telah bekerja dalam kewirausahaan sosial (social entrepreneurship).

Ashoka sebuah asosiasi global para wirausahawan sosial mendefinisikan wirausahawan sosial sebagai individu istimewa yang memiliki visi, kreatifitas, dan keteguhan hati yang luar biasa – sebagaimana seorang wirausaha – mengabdikan kemampunannya ini untuk memperkenalkan solusi baru terhadap masalah-masalah sosial.

Selain pemberian penghargaan, perayaan 30 tahun Peradah Indonesia juga dihadiri berbagai lapisan masyarakat, organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, Kemenpora, tokoh umat Hindu serta tokoh nasional. Acara juga menampilkan testimoni kebangsaan yang disampaikan oleh Prabu Darmayasa, kemudian testimoni dari KH Lutfi Hakim Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR). Dalam kesempatan tersebut, salah satu pendiri Peradah Indonesia Drs. Pariata Westra SH, SE. menyerahkanbuku sejarah Peradah Indonesia kepada Ketua Umum Peradah Indonesia
[telah dibaca 1130 kali]

One thought on “Dewa Budjana: Anugerah Mpu Peradah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *