Made Kusuma Jaya: Bank Sampah

Made Kusuma Penghargaan Peradah

Made Kusuma Jaya adalah penerima penghargaan peradah untuk kategori Lingkungan. Anak kedua dari Pasangan Petani bernama I Made Dapet dan Ni Ketut Sari di Tengah Pelosok Pulau Bali tepatnya di Dusun/Banjar Gunung Kangin, Desa Bangli, Baturiti Tabanan. Tahun 2005 masuk di Fakultas Kedokteran, Jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas) di Universitas Udayana. Lulus 2011 direkrut menjadi Field Facilitator Program Pemberdayaan Pemulung di sebuah NGO, lalu menjadi staff bidang Manajemen Sampah kurang lebih 2 tahun dikantor yang sama. Wara-wiri dari workshop 1 ke workshop yang lain dari nusantara sampai ke luar negeri terus membahas dan diskusi soal pemulung dan masalah sampah. Suami dari Ni Kadek Sinta Dewi ini masih sempat melanjutkan pekerjaan di Denpasar sampai akhir 2012, lalu mengundurkan diri karena lebih memilih untuk lebih awal kembali ke tanah kelahiran di desa.

Pertengahan 2013 (Juni) setelah semua uang dan tabungan habis, Made lalu mendirikan Bank namun bukan bank uang, melainkan Bank Sampah bernama “Asri Mandala”. Didukung oleh teman dan saudara yang mengerti akan niat tersebut, kegiatan dijalankan dari desa sendiri dan terus memperluas ke desa-desa lain. Kampanye di social media melalui Fanpage Central Bali Recycling, membuat kegiatan ini mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak karena dalam perjalananya kegiatan-kegiatan bank sampah banyak berkaitan dengan anak-anak.

Tahun 2014, Made memberanikan diri merambah bisnis jasa pengelolaan sampah untuk komersial. Akibat bisnis “Tabungan Recycle” di Bank Sampah masih belum mengcover biaya untuk menjalankan roda kegiatannya. Karena kegiatan bank sampah 50% bisnis 50% kegiatan pendampingan dan edukasi sedangkan tidak ada sponsor/support finansial dari pihak luar. Melihat peluang di bisnis ini terbuka, maka kerjasama dimulai dari pengusaha wisata lokal sekitar desa.

Bisnis dengan pengusaha juga merupakan jalan untuk melakukan advokasi agar dapat mengajak pengusaha yang peduli untuk berpartisipasi membantu kegiatan-kegiatan sosial dan pendidikan terkait sampah di pedesaan. Sampai detik ini, semua kegiatan dikerjakan seorang diri. Sebagai Pendiri, Sebagai Direktur, Manajer dan Kuli Pemilah Sampahnya juga sekalian.
[telah dibaca 941 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *