Parade Ogoh-Ogoh DPK Jembrana

Ogoh-Ogoh Nyepi DPK Jembrana 1

Menjelang perayaan Nyepi Tahun Caka 1936 yang akan jatuh tanggal 31 Maret 2014, Sabtu (29/3)  Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Kabupaten Jembrana dan Pemkab Jembrana menggelar Parade Ogoh – Ogoh. Berbeda dengan parade ogoh – ogoh biasanya, parade kali ini di gelar khusus untuk anak – anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan TK ( Taman Kanak – kanak) se Kabupaten Jembrana. Tak pelak Venue Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana , dipadati ribuan anak – anak dan puluhan ogoh – ogoh mini. Parade ini di lepas Sekda Jembrana I Gde Gunadnya mewakili Bupati Jembrana dan dihadiri oleh Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Jembrana Ny. Ani Kembang Hartawan yang juga Ketua Pengelola PAUD/TK Canang Sari termasuk Kadis Dikporaparbud Kabupaten Jembrana I Nengah Alit, dan Camat se-Kabupaten Jembrana.

Ogoh-Ogoh Nyepi DPK Jembrana 2
Ketua Panitia Parade I Nyoman Gede Kurniawan mengatakan, parade ogoh-ogoh untuk anak-anak yang baru pertama kali di Jembrana bertujuan untuk memperkenalkan  tradisi adat dan budaya Agama Hindu di Bali kepada anak-cucu kita sejak usia dini,  diikuti oleh 60 ogoh-ogoh mini  dari 26 PAUD/TK di Kabupaten Jembrana minus Kecamatan Pekutatan. Rute yang di tempuh mulai dari GKBK, menuju jalan Sudirman, kemudian menuju jalan Hasanudin (barat GKBK), patung Adipura, kemudian jalan Mayor Sugianyar dan finish di Taman Pecangakan di Jalan Surapati. “Parade Ogoh – Ogoh Paud/TK kali ini sengaja kami pisahkan dengan parade ogoh – ogoh dewasa agar anak – anak tidak tegang dan jenuh. Kami ingin suasana anak – anaknya yang penuh canda juga ada” kata Kurniawan.
Bupati Jembrana dalam sambutannya yang dibacakan Sekda I Gde Gunadnya menyebutkan, Kegiatan yang bertemakan ”Melalui Parade Ogoh-Ogoh Anak-anak, kita perkenalkan tradisi adat dan budaya Agama Hindu di Bali kepada anak cucu kita sejak usia dini” hendaknya betul-betul dapat memperkenalkan tradisi kita yang sebenarnya dan meluruskan hal-hal yang sudah mulai menyimpang yang tidak sesuai dengan ketentuan. Namun dalam proses pelaksanaannya hendaknya tetap mengacu pada pola pendidikan anak-anak usia dini yaitu lewat permainan agar betul-betul dapat dinikmati oleh anak-anak kita sebagai bagian dari dunianya sehingga akan terekam baik dalam ingatan anak-anak kita sampai dewasa kelak. ”Kegiatan ini hendaknya dapat dilaksanakan setiap tahunnya yaitu menjelang hari raya Nyepi agar sejak dini dapat menumbuhkan rasa persaudaraan, kebersamaan dan rasa bangga terhadap budaya agama Hindu di Bali”, harap  Gunadnya.
Mengingat even Parade Ogoh-Ogoh Anak PAUD/STK ini baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Jembrana, banyak masukan berupa usul dan saran terkait penyempurnaan pelaksanaan parade ini disampaikan para penonton dan orang tua murid kepada Panitia dan Pemkab Jembrana untuk menjadi catatan dalam pelaksanaan di tahun yang akan datang.
[telah dibaca 588 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *