Sylvia Ratnawati: Wanita Harus Tampil

Sylvia Ratnawati Purwanto

Sylvia Ratnawati Purwanto terpilih sebagai ketua umum Peradah yang kedua, pada Mahasabha II Peradah di Cipayung, Bogor pada 19 – 20 Oktober 1990. Pada masa itu, bagi wanita kelahiran Yogyakarta, 3 April 1965 ini memimpin organisasi tingkat nasional memiliki tantangan tersendiri. “Tak terbayangkan, bagaimana harus memimpin organisasi tingkat nasional, apalagi organisasi ini masih baru,” kenangnya.
Dengan kemauan belajar dan tekad yang kuat, bagi Selly, panggilan akrabnya, berbagai tantangan berhasil ia selesaikan. Dalam masa kepengurusannya, ia memperluas jaringan Peradah di tingkat nasional dan internasional. Untuk jaringan nasional, pada masa itu, Peradah berhasil mengepakkan sayapnya keberbagai elemen. Untuk jaringan internasional, Peradah mempelopori terbentuknya ASEAN Hindu Youth Council yang kini menjadi South East Asia Hindu Youth Council.
Bagi Selly, selama ada kemauan kerja, berbagai hambatan dapat diselesaikan dengan baik. Hal ini ia buktikan selama dua periode kepemimpinan di Peradah yaitu periode 1990 – 1994 yang didampingi dengan Made Astana sebagai sekretaris jenderal. Dan periode 1994 – 1997 didampingi Ketut Parwata sebagai sekretaris jenderal sebagai hasil Mahasabha III tahun 1994. “Wanita Hindu harus berani tampil, penghargaan lebih akan diberikan ketika sebaga wanita kita bisa tunjukkan kompetensi kerja,” jelas Selly dengan optimis.

Untuk jaringan internasional, Peradah mempelopori terbentuknya ASEAN Hindu Youth Council yang kini menjadi South East Asia Hindu Youth Council.

[telah dibaca 557 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *