Nyanyian Dharma Doa Pertiwi Harmoni Nusantara

trie_utami

Nyanyian Dharma dimulai dari semangat Dewa Budjana merilis album rohani Hindu lewat label Independen di tahun 1998. Untuk album ini, Dewa Budjana mengajak sejumlah musisi asal Bali. Boleh dibilang ini adalah langkah awal menuju karya rohani selanjutnya.

Rekaman pertama ini mendapat sambutan luar biasa dari umat Hindu. Alunan musik dengan konsep modern ini memberikan suasana baru bagi pendalaman spiritual melalui alunan musik dengan penuh makna.

Konsep kolaborasi artis dalam Nyanyian Dharma merupakan salah satu aktivitas peestarian nilai-nilai luhur Busantara dalam bingkai kekinian dimana dalam era keterbukaan perlu dibuat sebuah kemasan penyesuaian yang dapat menjadi acuan generasi Muda dalam pelestarian budaya nusantara pada umumnya dan Bali pada khususnya.

Dewa Budjana dan kawan – kawan ingin mengekspresikan berbagai mantra Veda di dalam alunan lagu dan musik modern yang dikemas dalam album Nyanyian Dharma.

Tahun 2007 , dengan perencanaan dan pengelolaan yang lebih baik, album Nyanyian Dharma dua dirilis dengan melibatkan banyak musisi dan penyanyi baik nasional maupun artis-artist daerah yang telah berprestasi di daerah Bali dan di tingkat nasional.

Keterlibatan artis-artis ini tiada lain atas keinginan yang kuat untuk membuat suatu hasil karya persembahan agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan umat Hindu khususnya dan pecinta seni pada umumnya dalam konteks ber-yadnya.

Selain itu penulis lagu dan musisi baik dari daerah maupun nasional juga terlibat dalam penyelesaian album Nyayian Dharma 2 ini. Mereka antara lain Cok Sawitri, Dewa AFI, Thomas Ramadhan, Bantuan Gamelan, Putu Wijaya, Hendi Gigi, Bintang Indriyanto, Hendri Lamiri, EMans, Rico, Budhi Haryono, Aji Kobar, Ronald Fristianto, Bang Saat, Bagus Mantra, Agung Rai Sumadi, Gung Bona Alit, Sandi Winarta, Christian, Indra lesmana, Edi, Rio Saharaja dan Made Christiaryanto.

Tahun 2009, dirilis album Nyanyian Dharma edisi khusus dengan menampilkan 14 lagu yang merupakan rangkuman lagu-lagu dari album pertama -yang belakangan memang sudah tidak ada lagi di pasaran dan sulit dicari – dengan materi dari album kedua ditambah lagu baru.

Nyanyian Dharma Peradah
[telah dibaca 468 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *