Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat

DPP PERADAH DKI dan BNN

Dosen Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) I Made Awanita SAG., MPT menjelaskan bahwa “kehidupan ini harus meningkat baik batin ataupun rohani, salah satu cara meningkatkan kualitas diri adalah dengan menjaga tubuh kita dari penyalahgunaan narkoba, narkoba membuat tubuh menjadi rusak, dan terdegradasinya tubuh kita ke tingkat yang lebih rendah, bagaimana mungkin kita akan memiliki pikiran yang sehat kalau tubuh kita dirusak oleh pengaruh penyalahgunaan narkoba seperti pepatah latin yang mengatakan “mens sana corpore sano” bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa  yang sehat”  kata I made dihadapan Mahasiswa STAH dalam Focus Group Discussion yang digelar Direktorat Diseminasi BNN bekerjasama dengan DPP PERADAH (Perhimpunan Pemuda Hindu) DKI Jakarta di Gedung Dharma Sewanan Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur (11/01).

I Made Selanjutnya menjelaskan bahwa dalam agama hindu narkoba bukanlah merupakan jenis  benda yang dilarang. Agama Hindu memandang semua benda yang ada di alam semesta ini, pada prinsipnya adalah sama. Sebab dalam kehidupan manusia semua benda yang ada di alam ini setidak-tidaknya membantu manusia, sudah tentu besar kecilnya bantuan itu tergantung jenis barangnya juga. Ambillah suatu contoh; racunpun juga membantu kehidupan manusia untuk membasmi serangga, sudah tentu kalau penggunaannya yang keliru dapat pula mengakibatkan fatal bagi kehidupan manusia. Racun yang semestinya dipergunakan untuk membasmi serangga, kemudian apabila disalahgunakan untuk diminum, sudah tentu akan mengakibatkan fatal bagi diri sendiri. Demikian pula halnya dengan Narkoba, bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit ketika operasi cesar dsbnya tapi merusak tubuh kalau disalahgunakan dan di pergunakan secara tidak beraturan tanpa petunjuk dokter.

Maria Susi Fitriana salah satu peserta yang menghadiri FGD tersebut mengungkapkan pendapatnya bahwa kebijakan BNN untuk menghukum berat para pengedar narkoba adalah sudah benar, karena sesungguhnya yang menghancurkan generasi muda di Indonesia adalah para pengedar, tidak akan ada yang mengkonsumsi narkoba kalau tidak ada yang mengedarkan secara ilegal. Saya Cuma menaruh bela sungkawa atas diberinya remisi kepada para pengedar narkoba karena hal itu adalah suatu tindakan yang kontra produktif terhadap penanggulangan narkoba sendiri. Lalu bagaimana narkoba bisa diberantas kalau seperti ini”

Gun Gun Siswadi Direktur Diseminasi Informasi BNN sebagai Narasumber dari BNN mengatakan bahwa sesungguhnya remisi adalah suatu hak Prerogatife Presiden. Kami akan selalu teguh pada semangat kami untuk semakin menutup ruang gerak para pengedar narkoba. Memberikan informasi mengenai bahaya narkoba dan memutus rantai peredaran narkoba dari pangkalnya itu komitmen kami. Dukunglah kami untuk Indonesia Bebas Narkoba 2014.

[telah dibaca 387 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *