BNN Gandeng DPP DKI Jakarta untuk Tutup Ruang Gerak Remisi Pengedar Narkoba

Kerjasama BNN dengna DPP Peradah

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus berupaya mencegah peredaran narkoba dari Indonesia. Salah satunya dengan menghilangkan remisi bagi para pengedar atau bandar narkoba.

BNN pun terus melakukan sosialisasi melalui Focus Group Discussion (FGD).  Giliran Direktorat Diseminasi BNN bekerjasama dengan DPP PERADAH (Perhimpunan Pemuda Hindu) DKI Jakarta, menggelar FGD pada Sabtu 11 Januari 2013, di Gedung Dharma Sewanan Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur.

Seorang peserta FGD, Maria Susi Fitriana, menyatakan kebijakan BNN untuk menghukum berat para pengedar narkoba sudah benar. Sebab, mereka sudah menghancurkan generasi muda di Indonesia.

“Saya cuma menaruh bela sungkawa atas diberinya remisi kepada para pengedar narkoba, karena hal itu adalah suatu tindakan yang kontra produktif terhadap penanggulangan narkoba sendiri. Lalu bagaimana narkoba bisa diberantas kalau seperti ini?” ungkap Maria, di Jakarta, Senin (13/1/2014).

Menanggapi hal itu, Direktur Diseminasi Informasi BNN Gun Gun Siswadi, mengatakan sesungguhnya remisi adalah suatu hak Prerogatif Presiden.

“Kami akan selalu teguh pada semangat kami untuk semakin menutup ruang gerak para pengedar narkoba. Memberikan informasi mengenai bahaya narkoba dan memutus rantai peredaran narkoba dari pangkalnya itu komitmen kami. Dukunglah kami untuk Indonesia Bebas Narkoba 2014,” jelas Gun Gun.

Sementara, Dosen Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) I Made Awanita, menerangkan guna memberantas narkoba juga dibutuhkan kualitas kehidupan dari sisi batin atau rohani yang baik. Sehingga bisa menjaga diri agar tak terjerumus penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba membuat tubuh menjadi rusak, dan terdegradasinya tubuh kita ke tingkat yang lebih rendah, bagaimana mungkin kita akan memiliki pikiran yang sehat kalau tubuh kita dirusak oleh pengaruh penyalahgunaan narkoba,” kata I Made.

I Made menambahkan, dalam Agama Hindu narkoba bukanlah benda yang dilarang. Sebab narkoba, bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit ketika operasi. “Namun, bisa merusak tubuh kalau disalahgunakan dan dipergunakan secara tidak beraturan tanpa petunjuk dokter,” pungkasnya
[telah dibaca 411 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *