Sosok Dewi Kunti Oleh Ayu Pastika di Hari Ibu

Ayu Pastika saat memerankan Dewi Kunti di Ulang Tahun DWP Provinsi Bali

Denpasar – Peran sebagai sosok Dewi Kunti dan Panca Pandawa sangat didalami oleh para penari yang tergabung dalam sebuah cerita Sendratari yang dilakoni oleh para Ibu sebagai Inspirasi seorang wanita agar dapat mengayomi rumah tangga.

Pementasan Seni Drama dan Tari yang dipentaskan oleh Ibu-ibu dari SKPD Provinsi Bali beserta Ibu-ibu PKK Provinsi Bali menuai hasil yang sukses dan mampu memukau para penonton yang hadir pada acara Peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bali ke-14 dan puncak peringatan Hari Ibu ke-85 yang jatuh setiap tanggal 22 Desember.  Denpasar, Sabtu (21/12).

Sendratari yang bercerita tentang perjalanan Panca Pandawa yang selalu disertai doa restu sang Ibunda Dewi Kunti diperankan oleh Ibu Ayu Pastika sebagai Dewi Kunti, sosok Ibu yang sangat ayu dan bijaksana untuk anak-anaknya, Ibu Ayu Sudikerta sebagai Arjuna, beserta Ibu-ibu SKPD lainnya.

Peran sebagai Dewi Kunti sangat didalami Ibu Ayu pastika seorang Istri dari orang No 1 diBali ini, hingga mampu mengundang decak kagum para penonton yang juga disana terlihat hadir sang suami tercinta yaitu Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang tak hentinya memandangi sang Istri saat mengelokkan badan diatas pentas.

Ayu Pastika mengatakan penampilan tersebut merupakan suatu kegiatan dalam memperingati HUT Dharma Wanita Prov. Bali yang juga saat itu bergabung dengan Tim Penggerak PKK guna untuk memeriahkan acara, sekaligus memperingati Hari Ibu yang bertujuan untuk penyemangat para Ibu-ibu, “perlu juga dipelajari bahwa sejarah cerita dari tarian tersebut sangat perlu dicontoh,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan, cerita yang dipentaskan diharapkan dapat menginspirasi para Ibu, dan Ia juga menjelaskan, sebagai Ibu agar dapat mengayomi keluarga terutama anak-anak, jangan sampai seorang Ibu sibuk dengan kegiatannya dan mentelantarkan anak-anaknya.

Ayu Pastika tak lupa mengingatkan bahwa figur seorang Ibu sangat penting dalam rumah tangga, karena anak sangat membutuhkan kehadiran sosok seorang Ibu yang dapat selalu memberi perhatian dan kasih sayang dalam sebuah keluarga.

“Seorang Ibu memiliki banyak kegiatan boleh saja, tapi jangan sampai anak ditinggalkan dan keluarga dilupakan,” pesan Ibu Ayu Pastika. (SB-Lika/Eny)
[telah dibaca 459 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *