Cagar Budaya Terawat Kalau Menyejahterakan

Peradah Cagar Budaya Jogja

YOGYA (KRjogja.com) – Cagar budaya akan terawat kalau membawa aspek kesejahteraan. Borobudur dan Prambanan akan mendapat perawatan dan pelestarian kalau berdampak pada kesejahteraan bagi yang merawat. Paling tidak cagar budaya akan dirawat oleh tukang parkir yang mendapat rezeki dari pengunjung. Demikian disampaikan oleh mantan anggota Panitia Kerja (Panja) RUU Cagar Budaya DPR-RI I Gede Pasek Suardika SH MH ketika menjadi pembicara dalam Diskusi Publik Cagar Budaya “Merajut Indonesia dengan Nilai-nilai Kearifan Budaya Lokal” di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY Minggu (15/12).

Penyelenggara Diskusi Publik Cagar Budaya tersebut, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) bekerjasama dengan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI). Keduanya merupakan organisasi kepemudaan dan mahasiswa Hindu yang peduli terhadap isu-isu sosial.

I Gede Pasek Suardika juga menyebutkan UU Cagar Budaya adalah untuk merawat warisan sejarah. Kalau dulu cagar budaya hanya menjadi hak dan kewajiban negara, dalam undang-undang yang sekarang perorangan juga boleh mempunyai cagar budaya asalkan merawat dan melestarikannya.

Sementara Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kasubag Fasilitas Kehidupan Beragama Bidang Administrasi Drs Muhajir menyebutkan, kearifan budaya lokal menjadi benteng dari pengaruh budaya luar. Kearifan budaya lokal mampu membawa bangsa kita ke arah yang lebih baik. Karena kearifan lokal mampu menghasilkan SDM utama yang membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Ketua PP KMHDI I Made Bawayasa SE berpendapat, bangsa ini tidak akan hancur oleh bencana alam, tetapi oleh karena tidak mengenali diri sendiri. Menurutnya, melestarikan cagar budaya adalah sebagai filter dari pengaruh budaya asing. Ketua panitia diskusi publik I Gede Ariawan SIP MIP dalam laporannya menyebutkan peserta diskusi 100 orang terdiri dari tokoh budaya, pemerhati budaya, dan organisasi kepemudaan. (War)
[telah dibaca 377 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *