Survey Persepsi Terhadap Pilgub Bali Tahun 2013

bali map peradah

Survey persepsi terhadap Pilgub Bali 2013 dilaksanakan pada tanggal 16 Maret sampai dengan 31 Maret 2012. Kerangka sampling meliputi wilayah Bali. Sebanyak 512 responden berpartisipasi dalam survey ini, dari berbagai latar belakang, mulai mahasiswa, PNS, swasta/BUMN, dan lainnya. Pada batasan usia dipilih responden yang sudah memiliki hak pilih. Sedangkan untuk sebaran pendidikan, sebagian besar adalah berpendidikan SMA dan S1.
Metode pengumpulan data dilakukan melalui pengumpulan data ke lapangan. Pengumpulan data ke lapangan dilakukan secara simple random sampling dengan pemilihan titik-titik daerah sample secara convinient sampling yaitu dipilih titik-titik sample yang dianggap sebagai tempat memusat atau berkumpulnya masyarakat seperti di areal kampus, tempat ibadah, tempat terselenggaranya kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, dan lainnya. Responden yang berpartisipasi sebanyak 512 responden, dengan jumlah penyebaran kuesioner hampir merata di setiap kota/kabupaten. Penelitian ini menggunakan tingkat kepercayaan 95% dengan margin error 4,33%.
Survey dilakukan dengan memberikan kuesioner yang berisi pertanyaan, yang meliputi: pengetahuan responden mengenai informasi seputar Pilgub Bali 2013, pengetahuan responden mengenai sosok dan visi misi Cagub dan Cawagub sampai dengan dengan harapan ketika salah satunya nanti memimpin Bali.
Berdasarkan hasil survey, ketika responden ditanyakan mengenai faktor utama apa yang menjadi pertimbangkan responden pada sosok Cagub dan Cawagub Pilgub Bali nanti, sebanyak 56% menyatakan bahwa visi, misi, dan program menjadi pertimbangan utama. Sedangkan 29% memilih figur sebagai pertimbangan utama, dan 11% memilih partai. Mengenai pemahaman responden terhadap visi dan misi yang ditawarkan oleh Cagub dan Cawagub sebanyak 42% menyatakan sudah paham dan sisanya menyatakan sedikit paham sebanyak 37% dan belum paham sebanyak 17%.
Pada bagian selanjutnya, responden diminta memilih dan memberi peringkat mengenai program apa yang perlu menjadi prioritas untuk Gubernur Bali mendatang. Program anti korupsi berada di peringkat pertama sebagai program prioritas Gubernur terpilih mendatang sebagai pilihan responden, kemudian di peringkat kedua adalah program antisipasi terhadap permasalahan akibat adanya pendatang yang masuk ke Bali dengan segala potensi permasalahan seperti kesenjangan sosial, kriminal, pengangguran, dan lainnya. Bertengger di peringkat tiga adalah Lapangan pekerjaan dan perhatian untuk para lulusan sarjana di Bali dan angkatan kerja yang masih menganggur. Selanjutnya menjaga areal suci pura dan kawasan suci lain dari pemukiman hotel, mal, tempat hiburan, pemukiman, pabrik dan lainnya dijadikan responden sebagai peringkat keempat program prioritas pilihan responden. Peringkat kelima diduduki oleh program penanggulangan kemacetan yang semakin parah. Peringkat keenam adalah program penataan tata ruang pembangunan hotel/penginapan, mal, dan tempat hiburan/wisata yang semakin banyak dibangun di Bali. Dan yang terakhir yaitu peringkat ketujuh adalah program penanggulangan masalah lingkungan seperti permasalahan sampah dan kebersihan lingkungan dan danau-danau di Bali yang mengalami sedimentasi dan pendangkalan.
Mengenai sosok Gubernur Bali mendatang pilihan responden, yang menjadi pilihan pertama responden adalah sosok calon pemimpin yang bersih. Kemudian yang berada pada pilihan selanjutnya adalah pemimpin itu harus tegas. Dan kemudian berturut-turut sosok yang diinginkan responden dari pilihan yang paling tinggi adalah berani, bisa menjaga taksu Bali, religius, kuat, dan rajin turun ke bawah (masyarakat).
[Tim Lembaga Kajian dan Penelitian Peradah]
[telah dibaca 255 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *