Ngurah Wirawan: Bangun Sistem Organisasi

ngurahwirawan

Anak Agung Putu Ngurah Wirawan. Pria kelahiran 16 Agutus 1965 ini mengemban dua masa kepengurusan sebagai ketua umum yaitu tahun 1997 s.d 2000 dan 2000 s.d 2003. Saat Pak Ngurah Wirawan ditemui di ruangan kantornya, di bilangan Tebet Jakarta Selatan, Pak Ngurah Wirawan menyampaikan harapan bahwa saat ini kader Peradah harus lebih kreatif. Kreatif disini adalah harus lebih mandiri. Peradah diharapkan agar bisa lebih mandiri dalam menciptakan sebuah sistem kekuatan ekonomi untuk organisasi Peradah. Baik dalam sistem pendanaan organisasi maupun membangun ekonomi anggotanya.

Menurut beliau, setiap kader harus mulai terbiasa untuk menciptakan ide dan gagasan, serta dapat memanfaatkan peluang. Dari peluang yang muncul, dipikirkan ide dan gagasan untuk bisa digunakan oleh organisasi sehingga bisa diciptakan sebuah usaha untuk membangun sistem pendanaan organisasi. Sistem ini juga diharapkan dapat ikut membangun ekonomi pemuda Hindu, terutama bagi kader-kader Peradah. Peradah memiliki kekuatan jaringan relasi yang kuat dan luas. Kekuatan jaringan kepengurusan Peradah tersebar di 30 Provinsi.

Hal tersebut merupakan sebuah potensi yang luar biasa apabila ingin dibuat sebuah sistem kekuatan ekonomi, yang terutama diperuntukkan bagi pemuda Hindu. Apabila sistem kekuatan ekonomi itu dapat diwujudkan, maka sistem pendanaan organisasi pun dapat dibuat dengan mudah. Yang menjadi garis bawah menurut Pak Ngurah Wirawan adalah, bahwa dana besar tidak bersifat jangka panjang, namun jaringan/relasi bersifat jangka panjang.  Sehingga menurut beliau yang harus dipertahankan dari Peradah adalah kekuatan jaringan. Dari sana baru kemudian dapat dioptimalkan setiap potensi dari kekuatan jaringan tersebut. Selain itu beliau juga memberikan apresiasi bagi kepengurusan yang sekarang. Program-program pengurus sekarang dinilai sudah sangat bagus, mulai dari program pemberdayaan ekonomi umat, koperasi Peradah, diskusi kajian ilmiah, program peduli lingkungan, dan lain-lainnya.

 
[telah dibaca 531 kali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *